SEORANG wanita cantik dan pintar sedang mengunjungi dokter pribadinya. Di ruang praktek itu, hanya ada mereka berdua. Dan seperti biasa, ketika melihat seorang wanita cantik dihadapannya, dokter itu segera melupakan kode etik kedokteran. Sang dokter menyuruh pasiennya yang cantik ini untuk menanggalkan seluruh pakaian. Lalu tangannya mulai meraba-raba tubuh si pasien.
Dokter : "Anda tahu, apa yang sedang saya lakukan?"
Wanita : "Ya, Anda sedang memeriksa abnormal dermatologikal."
Dokter : "Ya, itu benar."
Dokter melanjutkan dengan memegang dada wanita itu.
Dokter : "Anda tahu, apa yang sedang saya lakukan?"
Wanita : "Ya, Anda sedang berusaha mendeteksi kanker payudara."
Dokter : "Wow, itu benar juga." Karena nafsu setan sudah menguasai si dokter ini, lantas dia buka semua
pakaian dinasnya. Dan dengan penuh nafsu, dokter itu menghampiri pasiennya untuk berhubungan intim.
Dokter : "Nah, Anda tahu apa yang akan saya lakukan ?"
Wanita (dengan kalem) : "Oh, Anda ingin mendapatkan herpes dan HIV
AIDS?", Ayo dok, monggo....(***)
08 April 2009
Cewek Matre ke Laut Aje...
SEKUMPULAN pria berada di ruang ganti di salah satu tempat gym terkemuka dan eksklusif di pusat kota . Tiba-tiba terdengar deringan hp di penjuru ruangan itu. Salah satu dari pria itu menjawab panggilan tersebut dan terjadilah obrolan berikut:
"Hallo?"
"Abang, ini ayang."
"Eemmmmm...."
"Abang masih di tempat gym ya?"
"Iya..."
"Ayang sekarang lagi ada di shopping complex dekat tempat gym abang. Ayang liat Louis Vuitton punya koleksi tas baru. Harganya murah kok, Cuma Rp. 7.000.000 aja... Boleh beli nggak, Bang?"
"O.K, belilah kalau kamu sudah sangat menyukainya."
"Ahhhhh....thanks abang ,dan tadi sebelon ayang datang kesini,ayang ada singgah ke pameran mobil dan ngeliat mobil Mercedes terbaru. Ayang suka banget dengan modelnya, dan ayang juga sudah ngobrol dengan penjualnya dan dia setuju mau kasi 'good price'. Lagian kan bagus juga kalo mobil BMW yg kita beli thn lalu itu ditukar dengan yg baru.
"Berapa harga yang dia kasih?"
"Lagi harga promo, jadi Cuma Rp 550 juta aja, bang..."
"OK pastikan harga itu sudah 'on the road'."
"Great, ada 1 lagi, bang."
"Apa?"
"Tadi pagi ayang iseng-iseng singgah ke agent real estate dan ternyata rumah yg kita liat kemarin2 itu ternyata dijual..!!! Abang ingat ga?? Rumah seluas 1000 meter di Kebayoran Baru yang Ada Kolam renang
berbentuk love, trus ada taman orchidnya dibelakang rumah yang berhadapan lapangan tennis itu, dan yang garasinya muat 4 mobil itu....Cantik kan bang?"
"Berapa harga yang mereka minta?"
"Cuma Rp 10 milyar saja. OK kan harganya, dan ayang liat kalo tabungan abang cukup buat beli itu."
"Baguslah kalau begitu. Kalo kamu bisa tawar jadi Rp 8,5 milyar silakan aja..."
"OK abang sayang, terima kasih bang. Kita jumpa nanti malam ya?? I luv u."
"Bye...i luv u too."
Pria itu berhenti ngomong dan menutup flip hp nya sambil mengangkat tangan dan memegang hp itu. Dia bertanya pada orang-orang yang di ruangan tersebut dan dengan suara keras dia bilang gini :
"ADA YANG TAU NGGAK, INI HANDPHONE PUNYA SIAPA !!???"(***)
"Hallo?"
"Abang, ini ayang."
"Eemmmmm...."
"Abang masih di tempat gym ya?"
"Iya..."
"Ayang sekarang lagi ada di shopping complex dekat tempat gym abang. Ayang liat Louis Vuitton punya koleksi tas baru. Harganya murah kok, Cuma Rp. 7.000.000 aja... Boleh beli nggak, Bang?"
"O.K, belilah kalau kamu sudah sangat menyukainya."
"Ahhhhh....thanks abang ,dan tadi sebelon ayang datang kesini,ayang ada singgah ke pameran mobil dan ngeliat mobil Mercedes terbaru. Ayang suka banget dengan modelnya, dan ayang juga sudah ngobrol dengan penjualnya dan dia setuju mau kasi 'good price'. Lagian kan bagus juga kalo mobil BMW yg kita beli thn lalu itu ditukar dengan yg baru.
"Berapa harga yang dia kasih?"
"Lagi harga promo, jadi Cuma Rp 550 juta aja, bang..."
"OK pastikan harga itu sudah 'on the road'."
"Great, ada 1 lagi, bang."
"Apa?"
"Tadi pagi ayang iseng-iseng singgah ke agent real estate dan ternyata rumah yg kita liat kemarin2 itu ternyata dijual..!!! Abang ingat ga?? Rumah seluas 1000 meter di Kebayoran Baru yang Ada Kolam renang
berbentuk love, trus ada taman orchidnya dibelakang rumah yang berhadapan lapangan tennis itu, dan yang garasinya muat 4 mobil itu....Cantik kan bang?"
"Berapa harga yang mereka minta?"
"Cuma Rp 10 milyar saja. OK kan harganya, dan ayang liat kalo tabungan abang cukup buat beli itu."
"Baguslah kalau begitu. Kalo kamu bisa tawar jadi Rp 8,5 milyar silakan aja..."
"OK abang sayang, terima kasih bang. Kita jumpa nanti malam ya?? I luv u."
"Bye...i luv u too."
Pria itu berhenti ngomong dan menutup flip hp nya sambil mengangkat tangan dan memegang hp itu. Dia bertanya pada orang-orang yang di ruangan tersebut dan dengan suara keras dia bilang gini :
"ADA YANG TAU NGGAK, INI HANDPHONE PUNYA SIAPA !!???"(***)
Orang Miskin
KEMISKINAN di negeri ini seakan tak teratasi. Tiap tahun angkanya terus bertambah walaupun sejumlah program untuk pengentasan kemiskinan oleh pemerintah, katanya sudah digelontorkan. Salah satunya adalah BLT (bantuan langsung tunai) untuk masyarakat tak mampu.
Pemerintah mengalokasikan dana besar untuk kemiskinan di negeri ini melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Misalnya pada tahun 2004 besarnya Rp 18 Trilyun. Pada tahun 2005 sebesar Rp 23 Trilyun. Tahun 2006 sebesar Rp 42 Trilyun. Pada tahun 2007 besarnya Rp 51 Trilyun dan pada tahun-tahun berikutnya sudah pasti terus bertambah. Hanya saja, angka kemiskinan di Indonesia ini konon bukan malah turun, tetapi naik. Saat ini angka sekitar 40 juta orang dilaporkan adalah orang miskin. Tetapi, Aburizal Bakrie tercatat sebagai orang terkaya tahun 2008 se Asia Tenggara dengan kekayaan sekitar Rp 90 trilyun.
Ironis memang! Indonesia yang katanya negara yang kaya raya, tetapi banyak orang payah cari makan. Sekolah mahal. Kesehatan mahal. Bahan Bakar Minyak mahal. Sembako mahal dan semuanya serba mahal.(**)
Pemerintah mengalokasikan dana besar untuk kemiskinan di negeri ini melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Misalnya pada tahun 2004 besarnya Rp 18 Trilyun. Pada tahun 2005 sebesar Rp 23 Trilyun. Tahun 2006 sebesar Rp 42 Trilyun. Pada tahun 2007 besarnya Rp 51 Trilyun dan pada tahun-tahun berikutnya sudah pasti terus bertambah. Hanya saja, angka kemiskinan di Indonesia ini konon bukan malah turun, tetapi naik. Saat ini angka sekitar 40 juta orang dilaporkan adalah orang miskin. Tetapi, Aburizal Bakrie tercatat sebagai orang terkaya tahun 2008 se Asia Tenggara dengan kekayaan sekitar Rp 90 trilyun.
Ironis memang! Indonesia yang katanya negara yang kaya raya, tetapi banyak orang payah cari makan. Sekolah mahal. Kesehatan mahal. Bahan Bakar Minyak mahal. Sembako mahal dan semuanya serba mahal.(**)
02 April 2009
SELINGKUH
Potret jujur pasangan suami istri Sebelum Menikah ....
Cowok : Akhirnya aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama
Cewek : Apakah kau rela kalau aku pergi ?
Cowok : Tentu Tidak!! Jangan pernah kau berpikiran seperti itu
Cewek : Apakah Kau mencintaiku ??
Cowok : Tentu !! Selamanya akan tetap begitu
Cewek : Apakah kau pernah selingkuh ??
Cowok : Amit-amit, nggak !! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu
Cewek : Maukah kau menciumku ??
Cowok : Ya
Cewek : Sayangku.... ...
(Sesudah 10 tahun nikah......................tinggal baca terbalik dari bawah ke atas !! )
Cowok : Akhirnya aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama
Cewek : Apakah kau rela kalau aku pergi ?
Cowok : Tentu Tidak!! Jangan pernah kau berpikiran seperti itu
Cewek : Apakah Kau mencintaiku ??
Cowok : Tentu !! Selamanya akan tetap begitu
Cewek : Apakah kau pernah selingkuh ??
Cowok : Amit-amit, nggak !! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu
Cewek : Maukah kau menciumku ??
Cowok : Ya
Cewek : Sayangku.... ...
(Sesudah 10 tahun nikah......................tinggal baca terbalik dari bawah ke atas !! )
Bijaksana ala Al Ghazali
MATEMATIKA langit banyak sekali mengajarkan logika terbalik. Dari nilai-nilai kearifan lokal (Jawa) misalnya ada ungkapan; wani ngalah luhur wekasane, orang yang berani mengalah akan terhormat di belakang hari.
Kalau menurut matematika bumi, mengalah sama saja dengan kalah, berarti lemah . Tetapi menurut matematika langit, mengalah adalah kekuatan,karena hanya orang kuat yang bisa mengalah. Mengalah berbeda dengan kalah, orang yang bisa mengalah biasanya menang dibelakang, orang yang menang-menangan biasanya akhirnya malah kalah. Nah nilai-nilai kearifan universal banyak sekali dijumpai, di ayat kitab suci, hadits maupun maqalah atau kata-kata mutiara. Berikut ini contohnya:
“Barang siapa (pemimpin) yang rendah hati, ia akan diangkat martabatnya oleh Tuhan, dan barang siapa (pemimpin) sombong, ia akan dijatuhkan Tuhan”.
Kemudian:
“Cintailah kekasihmu sederhana saja, siapa tahu di belakang hari ia justeru menjadi orang yang paling kau benci, dan bencilah musuhmu sederhana saja, siapa tahu di belakang hari ia justeru menjadi orang yang paling kau cintai”.(Al Ghazali)
Kalau menurut matematika bumi, mengalah sama saja dengan kalah, berarti lemah . Tetapi menurut matematika langit, mengalah adalah kekuatan,karena hanya orang kuat yang bisa mengalah. Mengalah berbeda dengan kalah, orang yang bisa mengalah biasanya menang dibelakang, orang yang menang-menangan biasanya akhirnya malah kalah. Nah nilai-nilai kearifan universal banyak sekali dijumpai, di ayat kitab suci, hadits maupun maqalah atau kata-kata mutiara. Berikut ini contohnya:
“Barang siapa (pemimpin) yang rendah hati, ia akan diangkat martabatnya oleh Tuhan, dan barang siapa (pemimpin) sombong, ia akan dijatuhkan Tuhan”.
Kemudian:
“Cintailah kekasihmu sederhana saja, siapa tahu di belakang hari ia justeru menjadi orang yang paling kau benci, dan bencilah musuhmu sederhana saja, siapa tahu di belakang hari ia justeru menjadi orang yang paling kau cintai”.(Al Ghazali)
Capek Dehh...
BOSS bicara dengan sekretarisnya: "Seminggu kita akan pergi untuk perjalanan dinas, tolong siap-siap." Sekretaris telepon suaminya: "Mas, saya mau berangkat untuk perjalanan dinas, hati-hati di rumah, ya." Suami telepon kekasih gelapnya: "Istriku mau berangkat seminggu, kau ada waktu?" Kekasih gelap bilang terhadap anak didik kursusnya: "Nak, ibu punya banyak kerjaan selama seminggu, kursus ditiadakan selama seminggu."
Anak kursus bilang terhadap kakeknya: "Kek, seminggu tidak ada kursus, gurunya sibuk. Ayo kita jalan-jalan. " Kakek (ternyata adalah si "Boss") telepon sekretarisnya: "Minggu ini saya mau jalan-jalan sama cucu saya, meeting dibatalkan. "Sekretaris telepon suaminya: "Bossnya ada kerjaan rumah yang mendadak, tripnya dibatalkan Mas." Suami bilang kekasih gelapnya: "Kau tak bisa datang, istriku tak jadi pergi." Kekasih gelap telepon anak kursusnya : "Nak, kursus minggu ini berjalan seperti biasa." Anak kursus bilang sama kakeknya: "Kek, guruku bilang kursus berjalan normal. Kakek jalan sendiri aja." Kakek bilang sama sekretarisnya lagi: "Minggu ini kita atur perjalanan dinas lagi. Kamu siap-siap, yah!" dan seterusnya….Capek deh ...(***)
Anak kursus bilang terhadap kakeknya: "Kek, seminggu tidak ada kursus, gurunya sibuk. Ayo kita jalan-jalan. " Kakek (ternyata adalah si "Boss") telepon sekretarisnya: "Minggu ini saya mau jalan-jalan sama cucu saya, meeting dibatalkan. "Sekretaris telepon suaminya: "Bossnya ada kerjaan rumah yang mendadak, tripnya dibatalkan Mas." Suami bilang kekasih gelapnya: "Kau tak bisa datang, istriku tak jadi pergi." Kekasih gelap telepon anak kursusnya : "Nak, kursus minggu ini berjalan seperti biasa." Anak kursus bilang sama kakeknya: "Kek, guruku bilang kursus berjalan normal. Kakek jalan sendiri aja." Kakek bilang sama sekretarisnya lagi: "Minggu ini kita atur perjalanan dinas lagi. Kamu siap-siap, yah!" dan seterusnya….Capek deh ...(***)
Ahli Matematika
DUA orang sahabat melakukan perjalanan bersama. Disuatu tempat, mereka berhenti untuk makan siang. Sambil duduk, mulailah masing-masing membuka bekalnya. Orang yang pertama membawa tiga potong roti, sedang orang yang kedua membawa lima potong roti. Ketika keduanya telah siap untuk makan, tiba-tiba datang seorang musafir yang baru datang ini pun duduk bersama mereka.
“Mari, silakan, kita sedang bersiap-siap untuk makan siang,”kita salah seorang dari dua orang tadi.
“Aduh…saya tidak membawa bekal,” jawab musafir itu.
Maka mulailah mereka bertiga menyantap roti bersama-sama. Selesai makan, musafir tadi meletakkan uang delapan dirham di hadapan dua orang tersebut seraya berkata: “Biarkan uang ini sebagai pengganti roti yang aku makan tadi.” Belum lagi mendapat jawaban dari pemilik roti itu, si musafir telah minta diri untuk melanjutkan perjalanannya lebih dahulu.Sepeninggal si musafir, dua orang sahabat itu pun mulai akan membagi uang yang diberikan.
“Baiklah, uang ini kita bagi saja,” kata si empunya lima roti.
“Aku setuju,”jawab sahabatnya.
“Karena aku membawa lima roti, maka aku mendapat lima dirham, sedang bagianmu adalah tiga dirham.
“Ah, mana bisa begitu. Karena dia tidak meninggalkan pesan apa-apa, maka kita bagi sama, masing-masing empat dirham.”
“Itu tidak adil. Aku membawa roti lebih banyak, maka aku mendapat bagian lebih banyak”
“Jangan begitu dong…”
Alhasil, kedua orang itu saling berbantah. Mereka tidak berhasil mencapai kesepakatan tentang pembagian tersebut. Maka, mereka bermaksud menghadap Imam Ali bin Abi Thalib r.a. untuk meminta pendapat. Di hadapan Imam Ali, keduanya bercerita tentang masalah yang mereka hadapi. Imam Ali mendengarkannya dengan seksama. Setelah orang itu selesai berbicara, Imam Ali kemudian berkata kepada orang yang mempunyai tiga roti:
“Terima sajalah pemberian sahabatmu yang tiga dirham itu!”
“Tidak! Aku tak mau menerimanya. Aku ingin mendapat penyelesaian yang seadil-adilnya, “Jawab orang itu.
“Kalau engkau bermaksud membaginya secara benar, maka bagianmu hanya satu dirham!” kata Imam Ali lagi.
“Hah…? Bagaimana engkau ini, kiranya. Sahabatku ini akan memberikan tiga dirham dan aku menolaknya. Tetapi kini engkau berkata bahwa hak-ku hanya satu dirham?”
“Bukankah engkau menginginkan penyelesaian yang adil dan
benar?”
“Ya”
“Kalau begitu, bagianmu adalah satu dirham!”
“Bagaimana bisa begitu?” Orang itu bertanya.
Imam Ali menggeser duduknya. Sejenak kemudian ia berkata: ”Mari kita lihat. Engkau membawa tiga potong roti dan sahabatmu ini membawa lima potong roti.”
“Benar,” jawab keduanya.
“Kalian makan roti bertiga, dengan si musafir.”
‘Benar”
“Adakah kalian tahu, siapa yang makan lebih banyak?”
“Tidak.”
“Kalau begitu, kita anggap bahwa setiap orang makan dalam jumlah yang sama banyak.”
“Setuju, “jawab keduanya serempak. “Roti kalian yang delapan potong itu, masing-masingnya kita bagi menjadi tiga bagian. Dengan demikian, kita mempunyai dua puluh empat potong roti, bukan?” tanya Imam Ali.
“Benar,”jawab keduanya.
“Masing-masing dari kalian makan sama banyak, sehingga. Setiap orang berarti telah makan sebanyak delapan potong, karena kalian bertiga.”
“Benar.”
“Nah…orang yang membawa lima roti, telah dipotong menjadi tiga bagian mempunyai lima belas potong roti, sedang yang membawa tiga roti berarti mempunyai sembilan potong setelah dibagi menjadi tiga bagian, bukankah begitu?”
“Benar,” jawab keduanya, lagi-lagi dengan serempak.
“Si empunya lima belas potong roti makan untuk dirinya delapan roti, sehingga ia mempunyai sisa tujuh potong lagi dan itu dimakan oleh musafir yang belakangan. Sedang si empunya sembilan potong roti, maka delapan potong untuk dirinya, sedang yang satu potong dimakan oleh musafir tersebut. Dengan begitu, si musafir pun tepat makan delapan potong roti sebagaimana kalian berdua, bukan?”
Kedua orang yang dari tadi menyimak keterangan Imam Ali, tampak sedang mencerna ucapan Imam Ali tersebut. Sejenak kemudian mereka berkata: ”Benar, kami mengerti.”
“Nah, uang yang diberikan oleh di musafir adalah delapan dirham, berarti tujuh dirham untuk si empunya lima roti sebab si musafir makan tujuh potong roti miliknya, dan satu dirham untuk si empunya tiga roti, sebab si musafir hanya makan satu potong roti dari milik orang itu”
“Alhamdulillah…Allahu Akbar,” kedua orang itu berucap hampir bersamaan.
Mereka sangat mengagumi cara Imam Ali menyelesaikan masalah tersebut, sekaligus mengagumi dan mengakui keluasan ilmunya. “Demi Allah, kini aku puas dan rela. Aku tidak akan mengambil lebih dari hak-ku, yakni satu dirham,” kata orang yang mengadukan hal tersebut, yakni si empunya tiga roti. Kedua orang yang mengadu itu pun sama-sama merasa puas. Mereka berbahagia, karena mereka berhasil mendapatkan pemecahan secara benar, dan mendapat tambahan ilmu yang sangat berharga dari Imam Ali bin Abi Thalib ra.(***)
“Mari, silakan, kita sedang bersiap-siap untuk makan siang,”kita salah seorang dari dua orang tadi.
“Aduh…saya tidak membawa bekal,” jawab musafir itu.
Maka mulailah mereka bertiga menyantap roti bersama-sama. Selesai makan, musafir tadi meletakkan uang delapan dirham di hadapan dua orang tersebut seraya berkata: “Biarkan uang ini sebagai pengganti roti yang aku makan tadi.” Belum lagi mendapat jawaban dari pemilik roti itu, si musafir telah minta diri untuk melanjutkan perjalanannya lebih dahulu.Sepeninggal si musafir, dua orang sahabat itu pun mulai akan membagi uang yang diberikan.
“Baiklah, uang ini kita bagi saja,” kata si empunya lima roti.
“Aku setuju,”jawab sahabatnya.
“Karena aku membawa lima roti, maka aku mendapat lima dirham, sedang bagianmu adalah tiga dirham.
“Ah, mana bisa begitu. Karena dia tidak meninggalkan pesan apa-apa, maka kita bagi sama, masing-masing empat dirham.”
“Itu tidak adil. Aku membawa roti lebih banyak, maka aku mendapat bagian lebih banyak”
“Jangan begitu dong…”
Alhasil, kedua orang itu saling berbantah. Mereka tidak berhasil mencapai kesepakatan tentang pembagian tersebut. Maka, mereka bermaksud menghadap Imam Ali bin Abi Thalib r.a. untuk meminta pendapat. Di hadapan Imam Ali, keduanya bercerita tentang masalah yang mereka hadapi. Imam Ali mendengarkannya dengan seksama. Setelah orang itu selesai berbicara, Imam Ali kemudian berkata kepada orang yang mempunyai tiga roti:
“Terima sajalah pemberian sahabatmu yang tiga dirham itu!”
“Tidak! Aku tak mau menerimanya. Aku ingin mendapat penyelesaian yang seadil-adilnya, “Jawab orang itu.
“Kalau engkau bermaksud membaginya secara benar, maka bagianmu hanya satu dirham!” kata Imam Ali lagi.
“Hah…? Bagaimana engkau ini, kiranya. Sahabatku ini akan memberikan tiga dirham dan aku menolaknya. Tetapi kini engkau berkata bahwa hak-ku hanya satu dirham?”
“Bukankah engkau menginginkan penyelesaian yang adil dan
benar?”
“Ya”
“Kalau begitu, bagianmu adalah satu dirham!”
“Bagaimana bisa begitu?” Orang itu bertanya.
Imam Ali menggeser duduknya. Sejenak kemudian ia berkata: ”Mari kita lihat. Engkau membawa tiga potong roti dan sahabatmu ini membawa lima potong roti.”
“Benar,” jawab keduanya.
“Kalian makan roti bertiga, dengan si musafir.”
‘Benar”
“Adakah kalian tahu, siapa yang makan lebih banyak?”
“Tidak.”
“Kalau begitu, kita anggap bahwa setiap orang makan dalam jumlah yang sama banyak.”
“Setuju, “jawab keduanya serempak. “Roti kalian yang delapan potong itu, masing-masingnya kita bagi menjadi tiga bagian. Dengan demikian, kita mempunyai dua puluh empat potong roti, bukan?” tanya Imam Ali.
“Benar,”jawab keduanya.
“Masing-masing dari kalian makan sama banyak, sehingga. Setiap orang berarti telah makan sebanyak delapan potong, karena kalian bertiga.”
“Benar.”
“Nah…orang yang membawa lima roti, telah dipotong menjadi tiga bagian mempunyai lima belas potong roti, sedang yang membawa tiga roti berarti mempunyai sembilan potong setelah dibagi menjadi tiga bagian, bukankah begitu?”
“Benar,” jawab keduanya, lagi-lagi dengan serempak.
“Si empunya lima belas potong roti makan untuk dirinya delapan roti, sehingga ia mempunyai sisa tujuh potong lagi dan itu dimakan oleh musafir yang belakangan. Sedang si empunya sembilan potong roti, maka delapan potong untuk dirinya, sedang yang satu potong dimakan oleh musafir tersebut. Dengan begitu, si musafir pun tepat makan delapan potong roti sebagaimana kalian berdua, bukan?”
Kedua orang yang dari tadi menyimak keterangan Imam Ali, tampak sedang mencerna ucapan Imam Ali tersebut. Sejenak kemudian mereka berkata: ”Benar, kami mengerti.”
“Nah, uang yang diberikan oleh di musafir adalah delapan dirham, berarti tujuh dirham untuk si empunya lima roti sebab si musafir makan tujuh potong roti miliknya, dan satu dirham untuk si empunya tiga roti, sebab si musafir hanya makan satu potong roti dari milik orang itu”
“Alhamdulillah…Allahu Akbar,” kedua orang itu berucap hampir bersamaan.
Mereka sangat mengagumi cara Imam Ali menyelesaikan masalah tersebut, sekaligus mengagumi dan mengakui keluasan ilmunya. “Demi Allah, kini aku puas dan rela. Aku tidak akan mengambil lebih dari hak-ku, yakni satu dirham,” kata orang yang mengadukan hal tersebut, yakni si empunya tiga roti. Kedua orang yang mengadu itu pun sama-sama merasa puas. Mereka berbahagia, karena mereka berhasil mendapatkan pemecahan secara benar, dan mendapat tambahan ilmu yang sangat berharga dari Imam Ali bin Abi Thalib ra.(***)
26 Maret 2009
GOSIP JALANAN
“Gosip Jalanan"-nya Slank yang dipermasalahkan
Dewan Kehormatan DPR:
“Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi pengawal pribadi
Apa lo tau mafia narkoba
Keluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati tapi bisa ditunda
Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir-lendir berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Kacau balau ... Kacau balau negaraku ini ...
Ada yang tau mafia peradilan
Tangan kanan hukum di kiri pidana
Dikasih uang habis perkara
Apa bener ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Ujungnya beli suara rakyat
Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit
Pernahkah gak denger teriakan Allahu Akbar
Pake peci tapi kelakuan barbar
Ngerusakin bar orang ditampar-tampar”.
Dewan Kehormatan DPR:
“Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi pengawal pribadi
Apa lo tau mafia narkoba
Keluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati tapi bisa ditunda
Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir-lendir berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Kacau balau ... Kacau balau negaraku ini ...
Ada yang tau mafia peradilan
Tangan kanan hukum di kiri pidana
Dikasih uang habis perkara
Apa bener ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Ujungnya beli suara rakyat
Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit
Pernahkah gak denger teriakan Allahu Akbar
Pake peci tapi kelakuan barbar
Ngerusakin bar orang ditampar-tampar”.
Budaya Kerja di Negeri Orang
BUDAYA kerja di Qatar emang aneh, kalau gak boleh dibilang malas. Jam
kerja resmi kantor Kepolisian di pagi hari adalah jam 6 sampai jam 1
siang. Tapi jangan dibayangkan begitu sampai kantor langsung ke posnya
masing-masing.
Sudah menjadi tradisi bahwa di pagi hari duduk dulu diruangan pertemuan, ngobrol dan minum teh susu. Tradisi ini akan selesai pukul 7 pagi atau lebih, terutama bila ada pertandingan sepak bola malamnya.
Setelah pukul 8, kantor akan berfungsi bekerja sebagaimana mestinya. Tapi cuma sampai jam 9 doang, karena sarapan pagi sudah siap menanti untuk disantap sampai jam 10.00. Nah baru pukul 11 sampai 11.45 kantor akan berfungsi lagi. Setelah itu kantor akan tutup lagi dengan alasan untuk sholat dzuhur.
Eits!, anda jangan sekali-kali minta untuk dilayani setelah Sholat Dzuhur selesai. Kecuali bila memang anda kenal betul dengan orang yang anda tuju, bila tidak?. Siap-siap aja, dibentak “gak sopan lah”, gak tahu waktulah, dll.
Biasanya jam segini adalah kesempatan lagi untuk ngobrol, memanfaatkan
telpon kantor untuk menghemat pulsa handphone, membaca koran dll.
Pokoknya santai, karena capek kerja gitu.
I hate Thursday, Kamis adalah hari terakhir kerja karena Jumat dan Sabtu adalah libur. Nah, di hari kamis inilah obrolan setelah jam 12 siang menjadi hal paling menyebalkan bagi saya, sebagai satu-satunya orang Indonesia di kantor.
Biasanya yang akan dibahas adalah kasus perselingkuhan terbaru TKW yang
tertangkap, baik dengan orang Indonesia sendiri atau bangsa lain.
Kemudian ujung-ujungnya akan bilang:
Mo perempuan Indonesia?, 5 riyal doang)
atau “Halah, masak hari kamis semahal itu?”
atau “Lha itu pembantunya si Fulan, bisa gratisan kalau hari kamis?”
atau “Kalau kamis mah, beli 1 gratis 1“
atau “Udah tanya aja itu si I***, berapa?”
bla…bla…bla..bla…bla…bla…bla… lah pokoknya.
Pahit emang seh di hati, tapi mo gimana lagi. Fakta berbicara, bahwa
jumlah kasus perzinahan TKW asal Indonesia kalau di rata-rata lebih
banyak daripada pembantu asal Philipina. Padahal jumlah pembantu asal
Philipina lebih banyak di Qatar.
Biasanya kemudian saya akan dihakimi begini
“Kalau perempuan Philipin gampangan itu wajar, karena mereka bukan
muslimah. Lha ini, pembantu Indonesia, muslimah dan berjilbab. Pas
diinterogasi, ngaku sambil malu-malu kucing”
Lebih memalukan lagi, para TKW yang selingkuh itu kebanyakan baru bertemu sekali dua kali dengan si orang Mesir. Maaf saya menyebut Mesir karena konon memang telah terbukti sebagai pelaku terbanyak perselingkuhan dan perkosaan terhadap TKW.
Kalau sarapan pagi, karena saya memang doyan makan pedas, biasanya muncul komentar gini:
“Pantes aja perempuan Indonesia panas, lha wong makanya suka yang pedas-pedas”.
Sakit……..apalagi ketika ada kasus, dan saya mencoba menghubungi KBRI
untuk konsultasi tentang sebuah kasus. Bila memang hari baik biasanya
akan disambut ramah, tapi bila lagi sial.
“Ya mas gampang, nanti saya sampaikan ke yang berwenang, karena itu bukan urusan saya”.
Kemudian, berharap tidak akan ada lagi telpon tengah malam pria misterius macam ini:
“Maaf pak, saya cuma mo minta tolong, sebenarnya saya malu untuk ngomong, mmmmm, anu pak, kawan saya tertangkap polisi, pas lagi gituan”
Atau yang lebih seram lagi, wanita malam:
“Pak, nama saya *****, saya mo konsultasi pak, tolong saya pak, saya
hamil 7 bulan, saya udah minum banyak ramuan tapi tetap masih benjol“.
Semiskin-miskinya Bangladesh, dan meskipun sebutan “banggali” biasa
dipake untuk manggil atau nyebut orang yang bodoh, tolol dan goblok.
Mereka masih tetap punya sesuatu yang dibanggakan, karena dengan berani
menyetop menjual kaum ibu. yah setidaknya mereka masih punya muka hanya
untuk sekedar berucap:
“eh, kemaren ada lho orang Banggali tanam saham ke perempuan Indonesia”, dan si India pun nyletuk: “Payah Indonesia neh, masak sama Banggali mau!!”
Dengan bangga saya akan jawab “Setidaknya Indonesia pernah jadi tuan
rumah piala Asia…wek”(***)
kerja resmi kantor Kepolisian di pagi hari adalah jam 6 sampai jam 1
siang. Tapi jangan dibayangkan begitu sampai kantor langsung ke posnya
masing-masing.
Sudah menjadi tradisi bahwa di pagi hari duduk dulu diruangan pertemuan, ngobrol dan minum teh susu. Tradisi ini akan selesai pukul 7 pagi atau lebih, terutama bila ada pertandingan sepak bola malamnya.
Setelah pukul 8, kantor akan berfungsi bekerja sebagaimana mestinya. Tapi cuma sampai jam 9 doang, karena sarapan pagi sudah siap menanti untuk disantap sampai jam 10.00. Nah baru pukul 11 sampai 11.45 kantor akan berfungsi lagi. Setelah itu kantor akan tutup lagi dengan alasan untuk sholat dzuhur.
Eits!, anda jangan sekali-kali minta untuk dilayani setelah Sholat Dzuhur selesai. Kecuali bila memang anda kenal betul dengan orang yang anda tuju, bila tidak?. Siap-siap aja, dibentak “gak sopan lah”, gak tahu waktulah, dll.
Biasanya jam segini adalah kesempatan lagi untuk ngobrol, memanfaatkan
telpon kantor untuk menghemat pulsa handphone, membaca koran dll.
Pokoknya santai, karena capek kerja gitu.
I hate Thursday, Kamis adalah hari terakhir kerja karena Jumat dan Sabtu adalah libur. Nah, di hari kamis inilah obrolan setelah jam 12 siang menjadi hal paling menyebalkan bagi saya, sebagai satu-satunya orang Indonesia di kantor.
Biasanya yang akan dibahas adalah kasus perselingkuhan terbaru TKW yang
tertangkap, baik dengan orang Indonesia sendiri atau bangsa lain.
Kemudian ujung-ujungnya akan bilang:
Mo perempuan Indonesia?, 5 riyal doang)
atau “Halah, masak hari kamis semahal itu?”
atau “Lha itu pembantunya si Fulan, bisa gratisan kalau hari kamis?”
atau “Kalau kamis mah, beli 1 gratis 1“
atau “Udah tanya aja itu si I***, berapa?”
bla…bla…bla..bla…bla…bla…bla… lah pokoknya.
Pahit emang seh di hati, tapi mo gimana lagi. Fakta berbicara, bahwa
jumlah kasus perzinahan TKW asal Indonesia kalau di rata-rata lebih
banyak daripada pembantu asal Philipina. Padahal jumlah pembantu asal
Philipina lebih banyak di Qatar.
Biasanya kemudian saya akan dihakimi begini
“Kalau perempuan Philipin gampangan itu wajar, karena mereka bukan
muslimah. Lha ini, pembantu Indonesia, muslimah dan berjilbab. Pas
diinterogasi, ngaku sambil malu-malu kucing”
Lebih memalukan lagi, para TKW yang selingkuh itu kebanyakan baru bertemu sekali dua kali dengan si orang Mesir. Maaf saya menyebut Mesir karena konon memang telah terbukti sebagai pelaku terbanyak perselingkuhan dan perkosaan terhadap TKW.
Kalau sarapan pagi, karena saya memang doyan makan pedas, biasanya muncul komentar gini:
“Pantes aja perempuan Indonesia panas, lha wong makanya suka yang pedas-pedas”.
Sakit……..apalagi ketika ada kasus, dan saya mencoba menghubungi KBRI
untuk konsultasi tentang sebuah kasus. Bila memang hari baik biasanya
akan disambut ramah, tapi bila lagi sial.
“Ya mas gampang, nanti saya sampaikan ke yang berwenang, karena itu bukan urusan saya”.
Kemudian, berharap tidak akan ada lagi telpon tengah malam pria misterius macam ini:
“Maaf pak, saya cuma mo minta tolong, sebenarnya saya malu untuk ngomong, mmmmm, anu pak, kawan saya tertangkap polisi, pas lagi gituan”
Atau yang lebih seram lagi, wanita malam:
“Pak, nama saya *****, saya mo konsultasi pak, tolong saya pak, saya
hamil 7 bulan, saya udah minum banyak ramuan tapi tetap masih benjol“.
Semiskin-miskinya Bangladesh, dan meskipun sebutan “banggali” biasa
dipake untuk manggil atau nyebut orang yang bodoh, tolol dan goblok.
Mereka masih tetap punya sesuatu yang dibanggakan, karena dengan berani
menyetop menjual kaum ibu. yah setidaknya mereka masih punya muka hanya
untuk sekedar berucap:
“eh, kemaren ada lho orang Banggali tanam saham ke perempuan Indonesia”, dan si India pun nyletuk: “Payah Indonesia neh, masak sama Banggali mau!!”
Dengan bangga saya akan jawab “Setidaknya Indonesia pernah jadi tuan
rumah piala Asia…wek”(***)
Filsafat Bolak-Balik
FILSAFAT BOLAK BALIK
Masih muda, korbankan kesehatan cari harta.
Sudah tua, korbankan harta cari kesehatan
Karena harta, orang asing menjadi seperti saudara.
Karena harta, saudara menjadi seperti orang asing.
Orang kaya mampu beli ranjang enak,
tapi gak bisa tidur enak (stress...euiii)
Orang miskin gak mampu beli ranjang enak,
tapi bisa tidur enak (capek jadi kuli...)
Orang kaya punya duit buat foya-foya, tapi gak punya waktu.
Orang miskin punya waktu buat foya-foya, tapi gak punya duit.
Masih muda, pengen jadi kaya biar nikmatin kekayaan,
Udah kaya, gak punya waktu buat nikmatin kekayaan.
Sekali punya waktu buat nikmatin kekayaan,
udah keburu tua gak ada tenaga...
Bersyukurlah dan nikmati apa yang sudah kita dapat !!
Muhammad SAW Bersabda: “Orang yang berbahagia adalah orang yang pandai bersyukur”.
Masih muda, korbankan kesehatan cari harta.
Sudah tua, korbankan harta cari kesehatan
Karena harta, orang asing menjadi seperti saudara.
Karena harta, saudara menjadi seperti orang asing.
Orang kaya mampu beli ranjang enak,
tapi gak bisa tidur enak (stress...euiii)
Orang miskin gak mampu beli ranjang enak,
tapi bisa tidur enak (capek jadi kuli...)
Orang kaya punya duit buat foya-foya, tapi gak punya waktu.
Orang miskin punya waktu buat foya-foya, tapi gak punya duit.
Masih muda, pengen jadi kaya biar nikmatin kekayaan,
Udah kaya, gak punya waktu buat nikmatin kekayaan.
Sekali punya waktu buat nikmatin kekayaan,
udah keburu tua gak ada tenaga...
Bersyukurlah dan nikmati apa yang sudah kita dapat !!
Muhammad SAW Bersabda: “Orang yang berbahagia adalah orang yang pandai bersyukur”.
Langganan:
Postingan (Atom)