“Lebih bijksana menghindari ketidakadilan dengan tenang, daripada mengatasinya dengan bertengkar”. (Francis Beaumont)
TERLALU sering mendengar kata joki. Bukan hanya di dunia olahraga berkuda istilah joki ini dikenal, namun di dalam kehidupan sehari-hari juga cukup akrab di telinga. Apalagi sekarang, istilah joki seperti sudah membudaya.
Ketika kita mendengar kata joki balapan kuda, tidak ada reaksi apa-apa, apalagi protes. Tapi kalau sudah mendengar Joki CPNS, Joki Sipenmaru (seleksi penerimaan mahasiswa baru), dan yang akhir-akhir ini amat beken adalah Joki Napi (Narapidana). Joki CPNS marak terdengar saat pemerintah sedang membuka lowongan pekerjaan di lingkungan pemeirntahan. Joki Sipenmaru juga sering terdengar saat penerimaan mahasiswa di tahun ajaran baru. Sedangkan Joki Napi terdengar kencang ketika baru-baru ini terungkap kasus pertukaran Narapidana dengan orang lain dengan imbalan sejumlah uang di Rutan Bojonegoro.
Jika melihat besarnya imbalan yang diperoleh oleh Joki CPNS, Joki Sipenmaru, maupun Joki Napi, sepertinya ini adalah peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Jika saat ini sudah ada perusahaan seperti CV atau PT yang menyediakan jasa tenaga kerja bidang scurity, pembantu rumah tangga hingga baby sister, yang iklannya banyak dipasang di media massa. Maka pada suatu saat nanti, di negeri yang makin aneh ini, mungkin akan ada perusahaan serupa yang bakal menyediakan jasa Joki, yang iklannya juga banyak dipampang di banyak media massa. Misalnya: “ANDA MEMBUTUHKAN JOKI CPNS, JOKI SIPENMARU, JOKI NAPI DLL? KAMI SIAP MENYEDIAKAN JOKI BERSERTIFIKAT, BERPENGALAMAN DAN BERPENDIDIKAN. DIJAMIN ANDA PUAS” atau Ketik REG (Spasi) JOKI, Kirim ke 007.(fb:Anto Winarno)
19 Februari 2011
Bahasa Uang
“Anda jangan menggunakan uang, sebelum uang itu menjadi milik Anda,”(Thomas Jefferson)
SEANTERO pelosok bumi mengenal istilah “bahasa uang”. Tapi saya tidak yakin, jika di dunia gaib mengenal istilah itu. Karena sampai kini tak pernah terdengar berita di media massa ada makhluk ghaib yang digelandang ke pengadilan karena didakwa korupsi atau menyelewengkan uang negara.
Soal bahasa uang ini, ada pengalaman menarik yang pantas untuk disimak. Pada suatu kesempatan, saya berkunjung ke negara tetangga Malaysia atas ajakan seorang teman baik. Kami naik bis antar negara. Di depan tempat duduk kami ada dua orang Encik Malaysia yang mengobrol dengan temannya, menggunakan dialek khas Melayunya. Kedua Encik itu bercerita pengalamannya selama di Indonesia. Saya pun hanya senyum-senyum, sementara teman saya memilih tidur mendengkur.
Karena bis yang kami tumpangi sudah jauh meninggalkan perbatasan Indonesia-Melaysia, kedua orang itu obrolannya makin lancang saja tentang Indonesia. Encik satunya bercerita betapa dirinya meninggalkan Indon hanya untuk sementara saja, karena sudah bosan terlalu lama menginap di hotel, jenuh menunggu aneka izin dan persetujuan untuk berinvestasi di Indonesia yang tak kunjung beres.
“Sejak bile awak menanti, Cik?” tanya temannya.
“Sudah empat bulan jejak hari ini, Cik?” jawabnya.
“Apa nak jadi, awaklah yang salah, Awak tak tahu keh, di Indonesia ini duit memperlancar segale-galenya. Are you know? You can buy everybody in Indon!” ucapnya.
Mendengar obrolan itu, emosi saya sebagai WNI agak terusik dan tersinggung. Ini adalah pelecehan. Ingin sekali saya bangkit berdiri gagah dan menghantam mulut kedua Encik itu.
Tapi niat saya jadi berubah. Rasa nasionalisme dan idealisme saya tiba-tiba rontok bertebaran di lantai bis. Seakan memaksa untuk mengakui atau mengingkari, apa yang diobrolkan kedua Encik itu. Serta merta saya langsung ingat sebuah nama yang paling popular di Indonesia saat ini, Gayus H Tambunan.(fb:Anto Winarno)
SEANTERO pelosok bumi mengenal istilah “bahasa uang”. Tapi saya tidak yakin, jika di dunia gaib mengenal istilah itu. Karena sampai kini tak pernah terdengar berita di media massa ada makhluk ghaib yang digelandang ke pengadilan karena didakwa korupsi atau menyelewengkan uang negara.
Soal bahasa uang ini, ada pengalaman menarik yang pantas untuk disimak. Pada suatu kesempatan, saya berkunjung ke negara tetangga Malaysia atas ajakan seorang teman baik. Kami naik bis antar negara. Di depan tempat duduk kami ada dua orang Encik Malaysia yang mengobrol dengan temannya, menggunakan dialek khas Melayunya. Kedua Encik itu bercerita pengalamannya selama di Indonesia. Saya pun hanya senyum-senyum, sementara teman saya memilih tidur mendengkur.
Karena bis yang kami tumpangi sudah jauh meninggalkan perbatasan Indonesia-Melaysia, kedua orang itu obrolannya makin lancang saja tentang Indonesia. Encik satunya bercerita betapa dirinya meninggalkan Indon hanya untuk sementara saja, karena sudah bosan terlalu lama menginap di hotel, jenuh menunggu aneka izin dan persetujuan untuk berinvestasi di Indonesia yang tak kunjung beres.
“Sejak bile awak menanti, Cik?” tanya temannya.
“Sudah empat bulan jejak hari ini, Cik?” jawabnya.
“Apa nak jadi, awaklah yang salah, Awak tak tahu keh, di Indonesia ini duit memperlancar segale-galenya. Are you know? You can buy everybody in Indon!” ucapnya.
Mendengar obrolan itu, emosi saya sebagai WNI agak terusik dan tersinggung. Ini adalah pelecehan. Ingin sekali saya bangkit berdiri gagah dan menghantam mulut kedua Encik itu.
Tapi niat saya jadi berubah. Rasa nasionalisme dan idealisme saya tiba-tiba rontok bertebaran di lantai bis. Seakan memaksa untuk mengakui atau mengingkari, apa yang diobrolkan kedua Encik itu. Serta merta saya langsung ingat sebuah nama yang paling popular di Indonesia saat ini, Gayus H Tambunan.(fb:Anto Winarno)
P A L S U
“Sangatlah besar perbedaan antara meniru orang baik dan memalsukan orang baik,” (Benjamin Franklin)
NGOMONG soal palsu, sebenarnya sejak kecil kita sudah terbiasa dijejali dengan banyak kepalsuan. Dari mainan masa kecil saja, kita sudah akrab dengan mobil palsu, motor palsu, kapal palsu, pesawat palsu, jam tangan palsu, pedang palsu, pisau palsu, alat-alat memasak palsu, hingga di meja tamu ada bunga palsu.
Memasuki usia dewasa, kita kembali bergumul dengan alis palsu, rambut palsu, bulu mata palsu, gigi palsu, perhiasan palsu, merk busana palsu, dan lain sebagainya. Kemudian kelakuan orang-orang tak bertanggung jawab yang gemar mengaku-ngaku sebagai dukun sakti, pejabat KPK, pejabat BPK, anggota Polri, anggota TNI, atau ajudan pejabat tinggi untuk nakut-nakuti orang lain, yang ternyata semua itu adalah palsu. Sampailah kepada orang miskin palsu, KTP palsu, orang kaya palsu dan bahasa-bahasa indah para pejabat dan politisi, yang semuanya itu adalah palsu.
Tapi belum seberapa, karena hebatnya lagi, malah ada orang yang ketahuan mengaku-ngaku dan nekad menjadi nabi palsu, malaikat palsu, bahkan ada yang gila menjadi Tuhan palsu. Hanya saja, sampai kini saya belum pernah tahu kalau ada orang yang mengaku dirinya setan, iblis, genderwo, kuntilanak, wewe gombel, hantu, atau jin.
Entah ada korelasinya atau tidak, namun kasus Joki Napi atau pertukaran narapidana di LP Bojonegoro yang terungkap pada awal Januari 2010, dinilai sebagai modus anyar, dan kuat dugaan adanya mafia hukum bermain api. Karni, 50 tahun, ketahuan sebagai napi palsu dengan imbalan Rp 10 juta menggantikan Kasiem, 55 tahun, napi sebenarnya yang diganjar kurungan 3 bulan 15 hari dalam kasus pupuk bersubsidi. Karni sempat mendekam di sel selama 4 hari sebelum kepalsuannya terbongkar oleh sipir.
Masalah palsu ini, ternyata juga merambah dunia industri dengan luasnya peredaran barang-barang palsu. China adalah salah satu biang kerok negara penghasil barang palsu terbesar di dunia. Menurut laporan dari Uni Eropa, dari 27 negara anggotanya yang melakukan penyitaan barang-barang palsu setiap tahunnya, sebesar 64 % adalah produk asal China.(fb:Anto Winarno)
NGOMONG soal palsu, sebenarnya sejak kecil kita sudah terbiasa dijejali dengan banyak kepalsuan. Dari mainan masa kecil saja, kita sudah akrab dengan mobil palsu, motor palsu, kapal palsu, pesawat palsu, jam tangan palsu, pedang palsu, pisau palsu, alat-alat memasak palsu, hingga di meja tamu ada bunga palsu.
Memasuki usia dewasa, kita kembali bergumul dengan alis palsu, rambut palsu, bulu mata palsu, gigi palsu, perhiasan palsu, merk busana palsu, dan lain sebagainya. Kemudian kelakuan orang-orang tak bertanggung jawab yang gemar mengaku-ngaku sebagai dukun sakti, pejabat KPK, pejabat BPK, anggota Polri, anggota TNI, atau ajudan pejabat tinggi untuk nakut-nakuti orang lain, yang ternyata semua itu adalah palsu. Sampailah kepada orang miskin palsu, KTP palsu, orang kaya palsu dan bahasa-bahasa indah para pejabat dan politisi, yang semuanya itu adalah palsu.
Tapi belum seberapa, karena hebatnya lagi, malah ada orang yang ketahuan mengaku-ngaku dan nekad menjadi nabi palsu, malaikat palsu, bahkan ada yang gila menjadi Tuhan palsu. Hanya saja, sampai kini saya belum pernah tahu kalau ada orang yang mengaku dirinya setan, iblis, genderwo, kuntilanak, wewe gombel, hantu, atau jin.
Entah ada korelasinya atau tidak, namun kasus Joki Napi atau pertukaran narapidana di LP Bojonegoro yang terungkap pada awal Januari 2010, dinilai sebagai modus anyar, dan kuat dugaan adanya mafia hukum bermain api. Karni, 50 tahun, ketahuan sebagai napi palsu dengan imbalan Rp 10 juta menggantikan Kasiem, 55 tahun, napi sebenarnya yang diganjar kurungan 3 bulan 15 hari dalam kasus pupuk bersubsidi. Karni sempat mendekam di sel selama 4 hari sebelum kepalsuannya terbongkar oleh sipir.
Masalah palsu ini, ternyata juga merambah dunia industri dengan luasnya peredaran barang-barang palsu. China adalah salah satu biang kerok negara penghasil barang palsu terbesar di dunia. Menurut laporan dari Uni Eropa, dari 27 negara anggotanya yang melakukan penyitaan barang-barang palsu setiap tahunnya, sebesar 64 % adalah produk asal China.(fb:Anto Winarno)
31 Desember 2010
Indonesia vs Malaysia
“Pengalaman saya dalam memerintah adalah jika suatu urusan tidak terkoordinasi dengan baik, maka tidak akan ada kemajuan”.(John Fitzgerald Kennedy)
BANYAK kalangan menilai, ketimpangan terjadi di sejumlah sector kehidupan antara Indonesia dan Malaysia. Singkatnya, dengan tidak mengurangi jiwa nasionalisme, dengan pahit lidah saya harus mengatakan negara tetangga itu konon lebih unggul
Dalam Piala AFF 2010 pun, Malaysia berhasil “mengganyang” Indonesia dengan skor meyakinkan di leg pertama 3-0, dan Malaysia kalah tipis di leg kedua 1-2. Tapi, tetap saja mengantar Malaysia melenggang menuju tangga Juara Piala AFF 2010.
Persetruan antara kedua negara satu rumpun ini, sesungguhnya sudah berlangsung sejak lama. Persetruan di bidang perekonomian, keamanan, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan sebagainya, hampir semuanya berunjung kepada kekalahan Indonesia. Bermula ketika Presiden Soekarno menggelorakan “Ganyang Malaysia” pada tahun 1963, dan kemudian Indonesia memutuskan hubungan diplomatic serta keluar dari PBB kala itu. Normalisasi hubungan kedua negara ini baru terjadi pada 1966.
Sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan selama 35 tahun, akhirnya Mahkamah Internasional memutuskan Malaysia sebagai pemilik sah kedua pulau tersebut. Kemudian sengketa kepemilikan Blok Ambalat di perairan sebelah timur Pulau Kalimantan, dan Malaysia terus melancarkan provokasi. Pada tahun 2005, melalui Petronas Malaysia memberikan hak konsesi minyak kepada perusahaan Shell. Tentara Laut Diraja Malaysia juga melakukan 6 kali manuver di wilayah perairan Indonesia.
Hebatnya lagi, Malaysia malah berani melakukan klaim sejumlah budaya Indonesia, seperti batik, angklung, lagu “Rasa Sayange”, dan Reog Ponorogo sebagai khazanah budayanya pada tahun 2007. Kemudian yang tidak kalah usilnya, pada 15 Agustus 2010, tiga orang petugas Indonesia ditangkap Polisi Diraja Malaysia saat menggiring 5 buah kapal berbedera Malaysia yang ketangkap maling ikan di perairan Indonesia.
Tentunya, itu hanya sedikit contoh kasus betapa ngelonjaknya Malaysia. Karena masih banyak lagi, seperti kasus penggeseran patok tapal batas negara, penyiksaan Tenaga Kerja Indonesi (TKI) hingga penganiayaan pelatih karate Indonesia sampai babak belur. Tentunya masih banyak lagi. Apakah Indonesia melempem diam saja? Tanya saja kepada rumput yang sudah mulai enggan bergoyang di negeri aneh ini.(fb:Anto Winarno)
BANYAK kalangan menilai, ketimpangan terjadi di sejumlah sector kehidupan antara Indonesia dan Malaysia. Singkatnya, dengan tidak mengurangi jiwa nasionalisme, dengan pahit lidah saya harus mengatakan negara tetangga itu konon lebih unggul
Dalam Piala AFF 2010 pun, Malaysia berhasil “mengganyang” Indonesia dengan skor meyakinkan di leg pertama 3-0, dan Malaysia kalah tipis di leg kedua 1-2. Tapi, tetap saja mengantar Malaysia melenggang menuju tangga Juara Piala AFF 2010.
Persetruan antara kedua negara satu rumpun ini, sesungguhnya sudah berlangsung sejak lama. Persetruan di bidang perekonomian, keamanan, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan sebagainya, hampir semuanya berunjung kepada kekalahan Indonesia. Bermula ketika Presiden Soekarno menggelorakan “Ganyang Malaysia” pada tahun 1963, dan kemudian Indonesia memutuskan hubungan diplomatic serta keluar dari PBB kala itu. Normalisasi hubungan kedua negara ini baru terjadi pada 1966.
Sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan selama 35 tahun, akhirnya Mahkamah Internasional memutuskan Malaysia sebagai pemilik sah kedua pulau tersebut. Kemudian sengketa kepemilikan Blok Ambalat di perairan sebelah timur Pulau Kalimantan, dan Malaysia terus melancarkan provokasi. Pada tahun 2005, melalui Petronas Malaysia memberikan hak konsesi minyak kepada perusahaan Shell. Tentara Laut Diraja Malaysia juga melakukan 6 kali manuver di wilayah perairan Indonesia.
Hebatnya lagi, Malaysia malah berani melakukan klaim sejumlah budaya Indonesia, seperti batik, angklung, lagu “Rasa Sayange”, dan Reog Ponorogo sebagai khazanah budayanya pada tahun 2007. Kemudian yang tidak kalah usilnya, pada 15 Agustus 2010, tiga orang petugas Indonesia ditangkap Polisi Diraja Malaysia saat menggiring 5 buah kapal berbedera Malaysia yang ketangkap maling ikan di perairan Indonesia.
Tentunya, itu hanya sedikit contoh kasus betapa ngelonjaknya Malaysia. Karena masih banyak lagi, seperti kasus penggeseran patok tapal batas negara, penyiksaan Tenaga Kerja Indonesi (TKI) hingga penganiayaan pelatih karate Indonesia sampai babak belur. Tentunya masih banyak lagi. Apakah Indonesia melempem diam saja? Tanya saja kepada rumput yang sudah mulai enggan bergoyang di negeri aneh ini.(fb:Anto Winarno)
AK-47
“Aku tetap bisa tidur nyenyak. Karena aku merancang AK-47 untuk membela diri, bukan untuk membunuh. Jika banyak yang terbunuh oleh senapan ini, itu adalah kesalahan politisi yang tak mampu mencapai kesepakatan damai dan memilih cara kekerasan untuk memecahkan masalah mereka”.(Mikhail Timoveevich Kalashnikov)
SEMUA orang pasti mengenal senjata laras panjang bernama AK-47 yang telah menjadi senjata pembunuh paling ampuh di berbagai ajang pertempuran sejak tahun 1947. Senjata ini modelnya keren, efektif dan tangguh di segala medan perang. Bahkan, Densus 88 Anti Teroris juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa AK-47 dari tangan teroris.
Tak banyak yang tahu, senjata ini dirancang oleh Mikhail Timoveevich Kalashnikov pada Perang Dunia II. AK-47 bermakna Automat Kalashnikov alias senjata otomatis ciptaan Kalashnikov yang diproduksi pertama kali pada tahun 1947. Bobotnya 4,8 kg, jangkauan tembak 800 meter dan tetap efektif meskipun terendam air kotor. Saat ini, lebih dari 50 negara di dunia menggunakan senjata AK-47.
Mukhail Timoveevich Kalashnikov lahir tanggal 10 November 1919 di Desa Kurya, Siberia anak bungsu 17 bersaudara, dari seorang petani miskin. Dia tak mampu tamat SMA. Memilih bekerja di bengkel Kereta Api hingga ikut wajib militer tahun 1938, dan tamat pendidikan Teknik Tank. Ketika dikirim ke medan perang, dia alami luka parah dan dirawat di rumah sakit. Dalam perawatan medis itulah dia pergunakan merancang senjata AK-47 dan akhirnya diproduksi secara massal. Karena senjata rancangannya itu, dia mendapat pangkat kehormatan, Mayor Jenderal. Ironisnya, dimasa tua dia hidup sederhana, karena hak patennya diserahkan kepada negara. Jika tidak, sudah pasti dia akan menjadi Milyuner seperti saya.(fb:Anto Winarno)
SEMUA orang pasti mengenal senjata laras panjang bernama AK-47 yang telah menjadi senjata pembunuh paling ampuh di berbagai ajang pertempuran sejak tahun 1947. Senjata ini modelnya keren, efektif dan tangguh di segala medan perang. Bahkan, Densus 88 Anti Teroris juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa AK-47 dari tangan teroris.
Tak banyak yang tahu, senjata ini dirancang oleh Mikhail Timoveevich Kalashnikov pada Perang Dunia II. AK-47 bermakna Automat Kalashnikov alias senjata otomatis ciptaan Kalashnikov yang diproduksi pertama kali pada tahun 1947. Bobotnya 4,8 kg, jangkauan tembak 800 meter dan tetap efektif meskipun terendam air kotor. Saat ini, lebih dari 50 negara di dunia menggunakan senjata AK-47.
Mukhail Timoveevich Kalashnikov lahir tanggal 10 November 1919 di Desa Kurya, Siberia anak bungsu 17 bersaudara, dari seorang petani miskin. Dia tak mampu tamat SMA. Memilih bekerja di bengkel Kereta Api hingga ikut wajib militer tahun 1938, dan tamat pendidikan Teknik Tank. Ketika dikirim ke medan perang, dia alami luka parah dan dirawat di rumah sakit. Dalam perawatan medis itulah dia pergunakan merancang senjata AK-47 dan akhirnya diproduksi secara massal. Karena senjata rancangannya itu, dia mendapat pangkat kehormatan, Mayor Jenderal. Ironisnya, dimasa tua dia hidup sederhana, karena hak patennya diserahkan kepada negara. Jika tidak, sudah pasti dia akan menjadi Milyuner seperti saya.(fb:Anto Winarno)
Refleksi Tahun Baru 2011
"Tak masalah sekencang apa Anda berlari, namun jika berada di jalur yang salah, kembali lah".(Sabrina Jasmine)
EUFORIA menyambut tahun baru telah menggema hingga ke pelosok negeri. Orang besar hingga orang kecil seperti saya, pejabat kelas kakap hingga pejabat kelas teri seperti sasya, dan orang gedongan hingga si fakir miskin dan kere seperti saya, pun larut dalam kemeriahan pergantian tahun.
Tahun baru telah membuat saya terlena lupa dengan masalah bangsa ini seperti pendidikan mahal,berobat mahal,harga sembako terus merangkak naik, BBM langka/mahal, warga miskin mencapai 4o juta, hukum diperjualbelikan, markus gentayangan,orang-orang lemah tertindas,koruptor lenggang kangkung,korban bencana masih butuh uluran tangan,banyak warga tinggal di gubuk-gubuk reyot, rakyat susah makan pakaian compang-camping dan dekil, jalan dan jembatan bobrok,bangunan sekolah tak terurus,pengemplang pajak pesta pora,makelar pajak meraja lela,kriminal melonjak tajam,dan masih jutaan persoalan lain yg tak dapat saya sebutkan satu persatu di lembaran ini.
Lalu apa harapan saya untuk bangsa ini di tahun baru 2011?
Saya sudah antipati,apatis,putus asa dan tak berharap apa-apa di negeri aneh ini.
Apa harapan untuk diri saya sendiri?
Cukup berharap bisa menjadi lebih baik dari hari kemarin.(fb:Anto Winarno)
EUFORIA menyambut tahun baru telah menggema hingga ke pelosok negeri. Orang besar hingga orang kecil seperti saya, pejabat kelas kakap hingga pejabat kelas teri seperti sasya, dan orang gedongan hingga si fakir miskin dan kere seperti saya, pun larut dalam kemeriahan pergantian tahun.
Tahun baru telah membuat saya terlena lupa dengan masalah bangsa ini seperti pendidikan mahal,berobat mahal,harga sembako terus merangkak naik, BBM langka/mahal, warga miskin mencapai 4o juta, hukum diperjualbelikan, markus gentayangan,orang-orang lemah tertindas,koruptor lenggang kangkung,korban bencana masih butuh uluran tangan,banyak warga tinggal di gubuk-gubuk reyot, rakyat susah makan pakaian compang-camping dan dekil, jalan dan jembatan bobrok,bangunan sekolah tak terurus,pengemplang pajak pesta pora,makelar pajak meraja lela,kriminal melonjak tajam,dan masih jutaan persoalan lain yg tak dapat saya sebutkan satu persatu di lembaran ini.
Lalu apa harapan saya untuk bangsa ini di tahun baru 2011?
Saya sudah antipati,apatis,putus asa dan tak berharap apa-apa di negeri aneh ini.
Apa harapan untuk diri saya sendiri?
Cukup berharap bisa menjadi lebih baik dari hari kemarin.(fb:Anto Winarno)
25 November 2010
Pro-Kontra Poligami
“Banyak anak banyak rejeki. Banyak isteri banyak mertua.”.(Anekdot)
DEFINISI Poligami dalam Kamus Bahasa Indonesia, karya Elha Santoso, adalah seorang lelaki yang banyak isteri. Karenanya, pro dan kontra Poligami masih menjadi pergunjingan dan perdebatan panjang hingga sekarang. Saya tidak ingin mengajak Anda berdebat melalui tulisan ini. Saya hanya ingin mengajak Anda bercanda dan guyonan tentang mereka yang pro Poligami, maupun mereka yang kontra Poligami. Tahukah Anda?
Keluarga aktivis HAM Almarhum Munir terutama istrinya Suciwati, akan lebih memilih Poligami ketimbang Policarpus (tersangka pembunuh suaminya). Penyanyi Astrid yang mempopulerkan lagu "Jadikan Aku yang Kedua", adalah artis yang paling mendukung Poligami. Sebagian besar staf di Kementerian Kesehatan RI juga lebih mendukung para pria di negeri ini Poligami daripada Polio/lumpuh. Tapi mereka setuju jumlah istrinya dibatasi, karena apabila tidak dibatasi, pria yang terlalu banyak Poligami juga bisa berakibat lumpuh. Kemudian, perusahaan farmasi sudah pasti pendukung berat Poligami, karena diharapkan obat kuat laris manis seperti kacang goreng.
Sebagian besar dokter menyambut baik Poligami, untuk melengkapi Poliklinik yang sudah memiliki Poli Anak, Poli THT, Poli Syaraf, Poli Mata, Poli Kulit dan lain-lain. Buntutnya para dokter akan berseberangan dengan BKKBN, karena keberadaan Poligami dapat berkembang secara paralel dengan Poli Anak (banyak anak) maupun Polindes, yang bisa mengganggu program KB Nasional.
Sementara itu, pihak-pihak yang kontra atau tak setuju Poligami, di antaranya adalah mereka yang baru bisa naik sepeda akan menolak Poligami, dan lebih memilih Polygon (merk sepeda). Keluarga besar Djarum Kudus & Hartono Elecronics juga tak setuju dengan Poligami, karena dikhawatirkan bisa menjadi competitor/pesaing Polytron. Nah, kalangan olahragawan/atlet pun menolak Poligami, karena dikhawatirkan dapat mengganggu program pembinaan cabang olahraga Poli Pantai, dan Poli Ball. Mereka bingung, merancang gelanggang untuk Poligami, sebelum cabang yang satu ini dipopulerkan.
Pemerintah RI diindikasi kuat menolak Poligami, karena alokasi dana untuk Polisi saja tiap tahunnya sudah sangat besar, apalagi kalo harus membiayai Poligami. Selain itu, Polisi juga sudah pasti menolak Poligami, karena mereka lebih memilih Police Line untuk mengamankan TKP. Just Kidding.(fb:Anto Winarno)
DEFINISI Poligami dalam Kamus Bahasa Indonesia, karya Elha Santoso, adalah seorang lelaki yang banyak isteri. Karenanya, pro dan kontra Poligami masih menjadi pergunjingan dan perdebatan panjang hingga sekarang. Saya tidak ingin mengajak Anda berdebat melalui tulisan ini. Saya hanya ingin mengajak Anda bercanda dan guyonan tentang mereka yang pro Poligami, maupun mereka yang kontra Poligami. Tahukah Anda?
Keluarga aktivis HAM Almarhum Munir terutama istrinya Suciwati, akan lebih memilih Poligami ketimbang Policarpus (tersangka pembunuh suaminya). Penyanyi Astrid yang mempopulerkan lagu "Jadikan Aku yang Kedua", adalah artis yang paling mendukung Poligami. Sebagian besar staf di Kementerian Kesehatan RI juga lebih mendukung para pria di negeri ini Poligami daripada Polio/lumpuh. Tapi mereka setuju jumlah istrinya dibatasi, karena apabila tidak dibatasi, pria yang terlalu banyak Poligami juga bisa berakibat lumpuh. Kemudian, perusahaan farmasi sudah pasti pendukung berat Poligami, karena diharapkan obat kuat laris manis seperti kacang goreng.
Sebagian besar dokter menyambut baik Poligami, untuk melengkapi Poliklinik yang sudah memiliki Poli Anak, Poli THT, Poli Syaraf, Poli Mata, Poli Kulit dan lain-lain. Buntutnya para dokter akan berseberangan dengan BKKBN, karena keberadaan Poligami dapat berkembang secara paralel dengan Poli Anak (banyak anak) maupun Polindes, yang bisa mengganggu program KB Nasional.
Sementara itu, pihak-pihak yang kontra atau tak setuju Poligami, di antaranya adalah mereka yang baru bisa naik sepeda akan menolak Poligami, dan lebih memilih Polygon (merk sepeda). Keluarga besar Djarum Kudus & Hartono Elecronics juga tak setuju dengan Poligami, karena dikhawatirkan bisa menjadi competitor/pesaing Polytron. Nah, kalangan olahragawan/atlet pun menolak Poligami, karena dikhawatirkan dapat mengganggu program pembinaan cabang olahraga Poli Pantai, dan Poli Ball. Mereka bingung, merancang gelanggang untuk Poligami, sebelum cabang yang satu ini dipopulerkan.
Pemerintah RI diindikasi kuat menolak Poligami, karena alokasi dana untuk Polisi saja tiap tahunnya sudah sangat besar, apalagi kalo harus membiayai Poligami. Selain itu, Polisi juga sudah pasti menolak Poligami, karena mereka lebih memilih Police Line untuk mengamankan TKP. Just Kidding.(fb:Anto Winarno)
15 November 2010
Misteri Tanggal 26
"Kita tidak dapat menghalau datangnya musibah, tapi kita bisa menghalau datangnya rasa takut".(Sophocles)
ADA apa dengan tanggal 26? Saya tidak dapat menjawab pertanyaan itu. Namun, sejarah mungkin bisa menjawabnya, bahwa bencana besar yang melanda di berbagai belahan dunia, kerap terjadi pada tanggal 26.
Di antaranya, tanggal 26 Januari 1531 gempa Lisbon, Portugal, 30.000 orang tewas. Tanggal 26 Januari 1700 gempa Laut Pasifik, dari Vancouver Island, Southwest Canada of British Columbia hingga Northern California, Pacific Northwest, USA, dikenal sebagai megathrust earthquake. Tanggal 26 Juli 1805 gempa Naples, Calabria, Italy, 26.000 orang tewas. Tanggal 26 Agustus 1883 Gunung Krakatau meletus, 36.000 orang diperkirakan tewas. Tanggal 26 Desember 1861 gempa Egion, Yunani. Tanggal 26 Maret 1872 gempa Owens Valley, USA. Tanggal 26 Agustus 1896 gempa Skeid, Land, Islandia. Tanggal 26 Nopember 1902 gempa Bohemia, sekarang Czech Republic. Tanggal 26 Nopember 1930, gempa Izu. Tanggal 26 Sepatember 1932 gempa Ierissos, Yunani. Tanggal 26 Desember 1932 gempa Kansu, Cina, 70.000 orang tewas.
Kemudian tanggal 26 Oktober 1935 gempa Colombia. Tanggal 26 Desember 1939 gempa Erzincan, Turki, 41.000 orang tewas. Tanggal 26 November 1943 gempa Tosya Ladik, Turki. Tanggal 26 Desember 1949 gempa Imaichi, Jepang. Tanggal 26 Mei 1957 gempa Bolu Abant, Turki. Tanggal 26 Maret 1963, gempa Wakasa Bay, Jepang. Tanggal 26 Juli 1963 gempa Skopje, Yugoslavia, 1.000 orang tewas. Tanggal 26 Mei 1964 gempa S. Sandwich Island. Tanggal 26 Juli 1967 gempa Pulumur, Turki.
Lalu, tanggal 26 September 1970 gempa Bahia Solano, Colombia. Tanggal 26 Juli 1971 gempa Solomon Island. Tanggal 26 April 1972 gempa Ezine, Turki. Tanggal 26 Mei 1975 gempa N. Atlantic. Tanggal 26 Maret 1977 gempa Palu, Turki. Tanggal 26 Desember 1979 gempa Carlisle, Inggris. Tanggal 26 April 1981 gempa Westmorland, USA. Tanggal 26 Mei 1983 gempa Nihonkai, Chubu, Jepang. Tanggal 26 Januari 1985 gempa Mendoza, Argentina. Tanggal 26 Januari 1986 gempa Tres Pinos, USA. Tanggal 26 April 1992 gempa Cape Mendocino, California, USA.
Selanjutnya, tanggal 26 Oktober 1997 gempa Italia. Tanggal 26 Desember 2004 Tsunami Aceh. Tanggal 26 Mei 2006 gempa Jogja. Tanggal 26 Mei 2006 Semburan Lumpur Lapindo (Malam Hari) tapi diperingati tanggal 27. Tanggal 26 Juni 2010 gempa Tasik. Tanggal 26 Oktober 2010 Tsunami Mentawai, dan tanggal 26 Oktober 2010 Gunung Merapi Meletus.
Anda ingin jawabannya? Coba lihat halaman 26 kitab suci masing-masing, baca pasal 26 UUD 45, pasal 26 KUHP, dan pasal 26 KUHAP, UU Nomor 26, PP Nomor 26, Kepres Nomor 26, dan Inpres Nomor 26. Jika belum temukan jawaban, cari di halaman 27, pasal 27 dan nomor 27. Jika belum juga temukan jawaban, buka halaman 28, pasal 28 dan nomor 28, dan seterusnya. Capek deh! Tapi bagi saya, tanggal 26 adalah bulan tua.(fb Anto Winarno)
ADA apa dengan tanggal 26? Saya tidak dapat menjawab pertanyaan itu. Namun, sejarah mungkin bisa menjawabnya, bahwa bencana besar yang melanda di berbagai belahan dunia, kerap terjadi pada tanggal 26.
Di antaranya, tanggal 26 Januari 1531 gempa Lisbon, Portugal, 30.000 orang tewas. Tanggal 26 Januari 1700 gempa Laut Pasifik, dari Vancouver Island, Southwest Canada of British Columbia hingga Northern California, Pacific Northwest, USA, dikenal sebagai megathrust earthquake. Tanggal 26 Juli 1805 gempa Naples, Calabria, Italy, 26.000 orang tewas. Tanggal 26 Agustus 1883 Gunung Krakatau meletus, 36.000 orang diperkirakan tewas. Tanggal 26 Desember 1861 gempa Egion, Yunani. Tanggal 26 Maret 1872 gempa Owens Valley, USA. Tanggal 26 Agustus 1896 gempa Skeid, Land, Islandia. Tanggal 26 Nopember 1902 gempa Bohemia, sekarang Czech Republic. Tanggal 26 Nopember 1930, gempa Izu. Tanggal 26 Sepatember 1932 gempa Ierissos, Yunani. Tanggal 26 Desember 1932 gempa Kansu, Cina, 70.000 orang tewas.
Kemudian tanggal 26 Oktober 1935 gempa Colombia. Tanggal 26 Desember 1939 gempa Erzincan, Turki, 41.000 orang tewas. Tanggal 26 November 1943 gempa Tosya Ladik, Turki. Tanggal 26 Desember 1949 gempa Imaichi, Jepang. Tanggal 26 Mei 1957 gempa Bolu Abant, Turki. Tanggal 26 Maret 1963, gempa Wakasa Bay, Jepang. Tanggal 26 Juli 1963 gempa Skopje, Yugoslavia, 1.000 orang tewas. Tanggal 26 Mei 1964 gempa S. Sandwich Island. Tanggal 26 Juli 1967 gempa Pulumur, Turki.
Lalu, tanggal 26 September 1970 gempa Bahia Solano, Colombia. Tanggal 26 Juli 1971 gempa Solomon Island. Tanggal 26 April 1972 gempa Ezine, Turki. Tanggal 26 Mei 1975 gempa N. Atlantic. Tanggal 26 Maret 1977 gempa Palu, Turki. Tanggal 26 Desember 1979 gempa Carlisle, Inggris. Tanggal 26 April 1981 gempa Westmorland, USA. Tanggal 26 Mei 1983 gempa Nihonkai, Chubu, Jepang. Tanggal 26 Januari 1985 gempa Mendoza, Argentina. Tanggal 26 Januari 1986 gempa Tres Pinos, USA. Tanggal 26 April 1992 gempa Cape Mendocino, California, USA.
Selanjutnya, tanggal 26 Oktober 1997 gempa Italia. Tanggal 26 Desember 2004 Tsunami Aceh. Tanggal 26 Mei 2006 gempa Jogja. Tanggal 26 Mei 2006 Semburan Lumpur Lapindo (Malam Hari) tapi diperingati tanggal 27. Tanggal 26 Juni 2010 gempa Tasik. Tanggal 26 Oktober 2010 Tsunami Mentawai, dan tanggal 26 Oktober 2010 Gunung Merapi Meletus.
Anda ingin jawabannya? Coba lihat halaman 26 kitab suci masing-masing, baca pasal 26 UUD 45, pasal 26 KUHP, dan pasal 26 KUHAP, UU Nomor 26, PP Nomor 26, Kepres Nomor 26, dan Inpres Nomor 26. Jika belum temukan jawaban, cari di halaman 27, pasal 27 dan nomor 27. Jika belum juga temukan jawaban, buka halaman 28, pasal 28 dan nomor 28, dan seterusnya. Capek deh! Tapi bagi saya, tanggal 26 adalah bulan tua.(fb Anto Winarno)
09 November 2010
Gunung Api Pencabut Nyawa
“Nature hates all sudden changes. Alam membenci semua perubahan yang tiba-tiba”.(Anonimous)
PRASTASTI Rukam tahun 829 Saka atau 907 Masehi adalah warta dari Sri Maharaja Rake Watukura Dyah Balitung Sri Dharmmodya Mahasumbu yang ditemukan di Sungai Ngasinan, Petarongan Jateng, diyakini sebagai catatan pertama Gunung Merapi meletus.
Sejak tahun 1006 - 2010, Gunung Merapi yang mempopulerkan Mbah Maridjan, sudah lebih dari 82 kali meletus dengan korban ribuan orang. Data Dasar Gunungapi Indonesia, 1979, gunung ini sempat tertidur pulas selama 71 tahun, antara 1587 - 1658.
Sejarah dunia mencatat, ada sejumlah letusan gunung api maha dahsyat dengan korban jiwa luar biasa banyaknya. Gunung Vesevius di Napoli, Italia, meletus pertama pada 79 Masehi dan mengubur kota Pompeii dan Herculaneum dengan lava panas. Letusan lebih dari 20 jam itu tewaskan 3.000 nyawa. Tahun 1631 meletus lagi tewaskan 4.000 orang. Terakhir meletus tahun 1944.
Gunung Tambora NTB, meletus April 1815, suaranya terdengar hingga Sumatera dan abu vulkaniknya capai Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Maluku, dengan korban 71 orang.
Gunung Krakatau di Selat Sunda Provinsi Lampung meletus pada 1883, suaranya terdengar hingga puluhan ribu kilometer. Kedahsyatannya ribuan kali bom atom Hirosima-Nagasaki, Jepang. Tak hanya awan panas, letusannya akibatkan tsunami besar di Sumatera dan Jawa, korbannya 36.000 jiwa.
Gunung St. Helens, paling terkenal letusannya pada 18 Mei 1980, sebagai yang terparah dalam sejarah AS, walaupun hanya telan 57 orang tewas. Namun puncak gunung dari 2.950 m menjadi 2.550 m yang kini dijadikan kawasan Monumen Nasional St. Helens.
Gunung Mauna Loa, adalah yang teraktif di dunia. Satu dari lima gunungnya membentuk Pulau Hawaii, AS di Samudera Pasifik. Sejak 1843, telah meletus 33 kali, terakhir pada 1984.
PRASTASTI Rukam tahun 829 Saka atau 907 Masehi adalah warta dari Sri Maharaja Rake Watukura Dyah Balitung Sri Dharmmodya Mahasumbu yang ditemukan di Sungai Ngasinan, Petarongan Jateng, diyakini sebagai catatan pertama Gunung Merapi meletus.
Sejak tahun 1006 - 2010, Gunung Merapi yang mempopulerkan Mbah Maridjan, sudah lebih dari 82 kali meletus dengan korban ribuan orang. Data Dasar Gunungapi Indonesia, 1979, gunung ini sempat tertidur pulas selama 71 tahun, antara 1587 - 1658.
Sejarah dunia mencatat, ada sejumlah letusan gunung api maha dahsyat dengan korban jiwa luar biasa banyaknya. Gunung Vesevius di Napoli, Italia, meletus pertama pada 79 Masehi dan mengubur kota Pompeii dan Herculaneum dengan lava panas. Letusan lebih dari 20 jam itu tewaskan 3.000 nyawa. Tahun 1631 meletus lagi tewaskan 4.000 orang. Terakhir meletus tahun 1944.
Gunung Tambora NTB, meletus April 1815, suaranya terdengar hingga Sumatera dan abu vulkaniknya capai Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Maluku, dengan korban 71 orang.
Gunung Krakatau di Selat Sunda Provinsi Lampung meletus pada 1883, suaranya terdengar hingga puluhan ribu kilometer. Kedahsyatannya ribuan kali bom atom Hirosima-Nagasaki, Jepang. Tak hanya awan panas, letusannya akibatkan tsunami besar di Sumatera dan Jawa, korbannya 36.000 jiwa.
Gunung St. Helens, paling terkenal letusannya pada 18 Mei 1980, sebagai yang terparah dalam sejarah AS, walaupun hanya telan 57 orang tewas. Namun puncak gunung dari 2.950 m menjadi 2.550 m yang kini dijadikan kawasan Monumen Nasional St. Helens.
Gunung Mauna Loa, adalah yang teraktif di dunia. Satu dari lima gunungnya membentuk Pulau Hawaii, AS di Samudera Pasifik. Sejak 1843, telah meletus 33 kali, terakhir pada 1984.
Mereka Musuh Koruptor
“Jika tiga buah kerikil dijatuhkan dari pesawat di wilayah NKRI, maka dua kerikil diantaranya akan mengenai kepala koruptor”.(Anekdot)
HONGKONG dipandang dunia sebagai salah satu negara yang berhasil menggulung korupsi, meski tidak mudah. Ketika Independent Commission Against Corruption (ICAC) Hongkong didirikan untuk melakukan pemberantasan korupsi besar-besaran, muncul perlawanan dari koruptor. Tahun 1974, ICAC pernah didemo besar-besaran. ICAC menjadi musuh siapapun yang terindikasi korupsi.
Dunia juga mengenal Nuhu Ribadu, hero atau pahlawan kepolisian di Nigeria yang kariernya sangat cemerlang, dan dia paling jempolan dalam mengemplang koruptor. Di than 2003 dia adalah Kepala Economic and Finnancial Crimes Commission Nigeria. Sepak terjangnya luar biasa menakutkan, mengerikan dan menjadi momok menakutkan serta mimpi buruk bagi para koruptor. Banyak kasus sogok dalam jumlah besar dilawannya, bahkan dijadikannya sebagai pintu masuk untuk kasus korupsi lebih besar. Tapi seperti nasi polisi-polisi baik pada umumnya, nasibnya malang. Setelah menghajar seorang politisi senior di Nigeria dengan tuduhan korupsi, dia terpelanting dari jabatannya. Bahkan dia malah dituduh sebagai pelaku sejumlah kejahatan dan diancam bunuh. Pada tahun 2009, dia terpaksa melarikan diri dan terdampar di Inggris.
Kalo di Indonesia, hanya perlu menyebut nama Bibit-Chandra, lalu muncul “Cicak vs Buaya” yang oleh banyak orang dianggap sebagai aksi “balas dendam” para koruptor menentang gerakan anti korupsi. Bibit-Chandra pun dihajar dengan tuduhan pelaku kejahatan.
Nah, ICAC di Singapura didukung penuh oleh pemerintahannya untuk menumpas korupsi dengan dukungan ribuan pegawai dan diinjeksi duit US$ 90 juta pertahun, bahkan diberi wewenang untuk mengakses hal-hal penting tanpa batas untk pengungkaan korupsi. Nasib berbeda dialami oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Indonesia. Boro-boro diberi dukungan seperti ICAC di Singapura, justru anggota KPK terancam disikat. Banyak pihak yang tidak suka dan rajin menghandrik KPK ketimbang mendukung. “Kami sendirian, di kanan kiri koruptor,” ujar Bibit Samat Riyanto.
HONGKONG dipandang dunia sebagai salah satu negara yang berhasil menggulung korupsi, meski tidak mudah. Ketika Independent Commission Against Corruption (ICAC) Hongkong didirikan untuk melakukan pemberantasan korupsi besar-besaran, muncul perlawanan dari koruptor. Tahun 1974, ICAC pernah didemo besar-besaran. ICAC menjadi musuh siapapun yang terindikasi korupsi.
Dunia juga mengenal Nuhu Ribadu, hero atau pahlawan kepolisian di Nigeria yang kariernya sangat cemerlang, dan dia paling jempolan dalam mengemplang koruptor. Di than 2003 dia adalah Kepala Economic and Finnancial Crimes Commission Nigeria. Sepak terjangnya luar biasa menakutkan, mengerikan dan menjadi momok menakutkan serta mimpi buruk bagi para koruptor. Banyak kasus sogok dalam jumlah besar dilawannya, bahkan dijadikannya sebagai pintu masuk untuk kasus korupsi lebih besar. Tapi seperti nasi polisi-polisi baik pada umumnya, nasibnya malang. Setelah menghajar seorang politisi senior di Nigeria dengan tuduhan korupsi, dia terpelanting dari jabatannya. Bahkan dia malah dituduh sebagai pelaku sejumlah kejahatan dan diancam bunuh. Pada tahun 2009, dia terpaksa melarikan diri dan terdampar di Inggris.
Kalo di Indonesia, hanya perlu menyebut nama Bibit-Chandra, lalu muncul “Cicak vs Buaya” yang oleh banyak orang dianggap sebagai aksi “balas dendam” para koruptor menentang gerakan anti korupsi. Bibit-Chandra pun dihajar dengan tuduhan pelaku kejahatan.
Nah, ICAC di Singapura didukung penuh oleh pemerintahannya untuk menumpas korupsi dengan dukungan ribuan pegawai dan diinjeksi duit US$ 90 juta pertahun, bahkan diberi wewenang untuk mengakses hal-hal penting tanpa batas untk pengungkaan korupsi. Nasib berbeda dialami oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Indonesia. Boro-boro diberi dukungan seperti ICAC di Singapura, justru anggota KPK terancam disikat. Banyak pihak yang tidak suka dan rajin menghandrik KPK ketimbang mendukung. “Kami sendirian, di kanan kiri koruptor,” ujar Bibit Samat Riyanto.
Langganan:
Postingan (Atom)