21 Oktober 2012

Cewek Matre

“Satu lidah cukup untuk wanita, karena kekuatan wanita terletak pada lidahnya”.(Ir Anton L Wartawan) SEKUMPULAN pria berada di ruang ganti di salah satu tempat fitness. Tiba-tiba terdengar deringan HP. Salah satu dari pria mengambil HP itu dan menjawab panggilan tersebut. "Hallo, Sayang dimana?" ternyata suara seorang cewek. "Aku masih di tempat fitness nih,” sahut pria itu. "Aku lagi di Shopping Complex, ngeliat Louis Vuitton koleksi tas terbaru. Harganya murah kok, cuma Rp7 juta. Boleh beli nggak?" tanya di cewek. "Oke, beli aja kalo kamu suka,” ujar si pria. “Trus, tadi aku juga singgah di pameran mobil. Ada BMW Sport terbaru. Modelnya keren. Aku udah bosen pake Mercedes yang tahun lalu dibeliin. Lagi promo, harganya Cuma Rp550 juta,” kata cewek itu lagi. “Oke, kalo memang kamu suka, beli aja,” sahut pria itu. "Thanks, sayang. Oh iya, ada satu lagi. Tadi aku iseng ke agent Real Estate dan ternyata Villa yg kita lihat kemarin itu dijual. Ada kolam renang, berbentuk love, ada taman Orchid berhadapan dengan lapangan tennis dan kolam renang, garasinya muat 4 mobil. Aku pengen banget,” kata cewek itu manja. "Berapa harga yang mereka minta?" tanya si pria. "Cuma Rp10 miliar kok. Beliin, dong,” rengek wanita itu. "Oke, kalau kamu bisa tawar jadi Rp8,5 miliar, ambil aja,” ujar si pria sambil senyum-senyum. "Thanks, sayang. Kita jumpa nanti malam ya. I love you, muaah..” girang si cewek sambil menutup telponnya. Kemudian, pria penerima telpon itu berhenti bicara sambil mengangkat HP itu tinggi-tinggi. Dia berteriak keras-keras: “Ada yang tahu nggak, ini HP punya siapa?” teriaknya kepada semua pria yang ada di ruangan fitness itu. (***)

Jual Diri

“Melakukan usaha dagang tanpa iklan, ibarat seorang pria yang bermain mata dengan seorang wanita di dalam gelap. Pria itu tahu dengan apa yang dia perbuat, tetapi tak ada orang lain yang tahu apa yang dilakukannya”. (Start Britt) INTERNET, menurut Bill Gates pendiri Microsoft, telah menjadi pusat keramaian kota tempat orang berintraksi dan berbisnis. Tinggal bagaimana dan sejauh mana kemampuan seseorang untuk memanfaatkan berbagai peluang yang bisa disajikan melalui internet. Matt Mulenweg, adalah pendiri situs blog yang sangat laris di Indonesia, Wordpress.com. Dia menggratiskan situs ini, bahkan dia juga tidak memasang iklan di Wordpress. Lalu darimana dia mendapat duit? Keuntungan apa yang dia dapatkan? Jawabannya adalah personal branding. Memang, dia tidak mendapatkan keuntungan dari iklan, tapi dia bisa hidup dari “efek samping” karena memiliki situs yang popular. Karena semua orang tahu dia adalah pembuat situs Wordpress, dia menjadi terkenal sebagai ahli teknologi, informasi dan komunikasi. Dengan mudah, selanjutnya dia mendapatkan banyak proyek dari perusahaan-perusahaan besar dengan dengan perusahaan yang dia dirikan, bernama Automatic. Selain Matt Mulenweg, ada lagi yang bernama Romi, asli orang Indonesia. Pada tahun 2003 secara tak sengaja dia membuat situs IlmuKomputer.Com saat dia masih sekolah di Jepang. Dia tidak menyangka situs yang dia buat menjadi sangat laris dan dikunjungi oleh banyak pengguna internet. Situsnya terkenal, dan dia pun ikut terkenal dan banyak mendapatkan proyek dari perusahaan-perusahaan besar lewat perusahaan yang didirikannya, Brainmatics. Itu adalah dua orang yang bisa dijadikan sebagai contoh kesuksesan mengunduh uang dari internet. Tentunya masih banyak kisah lain yang tak kalah menariknya. Mereka tidak mendapatkan keuntungan langsung dari produk yang dibuatnya gratis. Sebagai gantinya, dia mendapatkan keuntungan dari personal branding.(***)

Rezeki di Tangan Tuhan

“Kekayaan adalah beban bagi mereka yang punya, dan beban yang lebih berat lagi bagi mereka yang tidak punya”. (Anonimous) MENURUT hitungan matematis,orang yang punya uang sepuluh juta rupiah kemudian diambil lima juta untuk membantu biaya sekolah anak-anak yatim maka uangnya yang tersisa hanya tinggal lima juta rupiah Jika orang itu kemudian mempunyai pola perilaku tetap yaitu selalu memberikan setengah hasil usahanya untuk membantu orang lain yang kesulitan, maka menurut hitungan matematis ia pasti lambat kayanya dibanding jika ia tidak suka memberi. Tetapi realita kehidupan sering berbicara lain. Orang yang suka memberi justru lebih cepat kaya sementara orang yang kikir usahanya sering tersendat-sendat. Sama halnya orang dagang yang selalu mengambil keuntungan dengan margin tertinggi justru kalah bersaing dengan pedagang yang mengambil keuntungan dengan margin rendah. Kenapa? Karena hidup itu ada matematika bumi dan ada matematika langit. Matematika langit mengajarkan bahwa harta itu anugerah Tuhan. Tuhan menyuruh manusia untuk bekerja keras dan Tuhan akan memberi menurut kehendak-Nya sesuai dengan rumus-rumus matematika langit. Zakat misalnya, arti bahasanya adalah suci dan tumbuh. Artinya orang yang disiplin membayar zakat hartanya menjadi suci (dari sorotan orang miskin) dan hatinya pun menjadi suci (dari keserakahan matematis). Filosofi zakat ialah bahwa di dalam harta si kaya ada hak orang lain (miskin). Jika zakat tak dibayarkan, maka maknanya si kaya memakan hak orang miskin. Tuhan mengajarkan hidup melalui pohon. Pohon yang secara regular digunting ranting dan daunnya ia akan tumbuh berkembang secara indah dan berpola. Karena dari ranting yang digunting akan tumbuh daun baru yang segar. Jika pohon itu tak pernah dipotong maka pohon itu terus berkembang tetapi tidak indah, tidak berpola dan bahkan bisa menjadi pohon besar yang angker. Orang kaya yang pemurah biasanya akrab dengan lingkungan, dicintai dan dihormati orang sekeliling. Orang kaya yang kikir seperti pohon yang angker, orang takut mendekat kecuali yang agak bau-bau pedukunan dan setan.(***)

Sang Jenderal

TIGA PULUH tahun silam, Hongkong adalah negara yang berada di lembah "Hitam". Aneka kejahatan, baik yang terselubung, terang-terangan, sporadis, tersistematis hingga yang terstruktural terjadi dimana-mana. Dalam film berjudul I Corupt All Cop menggambarkan, di jalanan beberapa lelaki berseragam polisi memalak warga. Film yang disutradarai oleh Wong Jing ini, pembunuh, perampok, begal, maling dan pemerkosa bisa lolos dari jeratan hukum dengan setumpuk uang. Para perwira tinggi aparat hukum, jadi backing peredaran narkotika. Kala itu, sekitar 90 persen polisi Hongkong, adalah korup. Rekayasa kasus, hingga kriminalisasi terhadap pihak-pihak yang tidak disukai biasa terjadi demi uang. Semuanya karena power of money. Mereka yang punya uang, dengan mudah bisa mengatur segala sesuatu di Hongkong. Bahasa uang seperti black money, tea money hingga hell money menjadi santapan keseharian di Hongkong kala itu. Tokoh Inspektur Lack, yang sulit membedakan dirinya sebagai pimpinan polisi atau gembong penjahat. Inspektur Lack adalah tokoh hitam dalam film berdurasi 107 menit ini. Dalam film ini pula, diceritakan tentang proses terbentuknya ICAC (Independent Commision Against Corruption), KPK-nya Hongkong. Film ini pertama kali ditayangkan di bioskop Hongkong pada 30 April 2009 silam. ICAC didirikan pada Februari 1974 sebagai antitesis dari kondisi korupsi di Hongkong yang gila-gilaan. Dimulai dari kasus seorang Jenderal Polisi Peter Fitzroy Gobder yang memiliki rekening gendut dengan kekayaan mencapai HK$4,3 juta, hingga menimbulkan gejolak hebat dalam masyarakat. Hakim senior, Sir Alastair Blair-Kerr ditunjuk memimpim komisi penyelidikan pelariang Sang Jenderal Polisi. Tapi, dia meminta secara tegas, jika ingin serius memberantas korupsi, Kantor Anti Korupsi harus dipisahkan dari kepolisian. ICAC lalu dibentuk dan Sang Jenderal pun ditangkap, kekayaannya disita, sekaligus sebagai tonggak dimulainya revolusi sunyi pemberantasan korupsi di Hongkong. Mantan komisioner ICAC, Tony Kwok dan Bertrand de Speville adalah pahlawan pemberantasan korupsi di Hongkong, hingga membuat Hongkong sebagai salah satu negara yang relatif bersih dari korupsi. Indonesia seharusnya mau belajar dari keberanian Hongkong memberantas korupsi, meskipun pelakunya adalah seorang jenderal sekalipun. Di Indonesia, sejumlah jenderal dan perwira polisi diduga memiliki rekening gendut tidak wajar. Bahkan, ada pula jenderal yang telah dijadikan sebagai tersangka korupsi. Pertanyaannya, bernyalikah KPK membuat Sang Jenderal ini hingga bernasip sama seperti Jenderal Polisi Peter Fitzroy Gobder? Entahlah, tanya saja kepada tembok kamar. (***)

10 Oktober 2012

Kapan Negeriku Bebas Korupsi??

Suatu saat para pemimpin negara menghadap Tuhan… lalu mereka bertanya kepada Tuhan kapan negara mereka terbebas dari Korupsi 1. Presiden Amerika Tuhan Kapan negaraku terbebas dari Korupsi? “Tuhan Menjawab 25 tahun lagi” Presiden Amerika pun menangis. 2. Presiden Inggris Tuhan Kapan negaraku terbebas dari korupsi? “Tuhan Menjawab 20 tahun lagi” Presiden inggrispun pun menangis 3. Presiden Malaysia Tuhan Kapan negaraku terbebas dari korupsi? “Tuhan Menjawab 30 tahun lagi” Presiden Presiden Malaysia pun menangis 4. Presiden Singapura Tuhan Kapan negaraku terbebas dari Korupsi? “Tuhan Menjawab 25 tahun lagi” Presiden Presiden Singapura pun menangis 5. Giliran Presiden Indonesia yang bertanya, Tuhan Kapan Negaraku bebas dari korupsi? TUHAN PUN TERDIAM LALU MENANGIS. Presiden Indonesia terdiam bingung.

Salam Damai Indonesiaku

Islam,Katolik, Protestas, Hindu,Budha dll itu Kasih,Damai,dan Cinta.Jgn rusak persaudaraan demi kepentingan pribadi. Karena di era Internet, Agama mudah dipermainkan,dihina bahkan lebih dari itu. Abaikan mereka. Itu hy kelakuan segelintir orang idiot yg ingin memicu kerusuhan di dunia. Hentikan semua itu.Berhenti ikuti video,tulisan,dan provokasi mereka. Saya setuju Hidup nyaman & berdampingan. Peace!

INDONESIA ITU...

-INDONESIA itu: Surganya Koruptor...! -INDONESIA Itu: "Yg kerjanya tidur, plesir keluar negeri, bikin bokep, nonton film porno & nguras duit rakyat mau Bubarkan KPK? Astagfirullah" -INDONESIA itu: Punya lembaga Pemberantasan Korupsi (KPK) Tapi terus-terusan dirongrong,bahkan mau dibubarkan. -INDONESIA Itu: Harus SAVE KPK.....!!!!! -INDONESIA Itu: Presidennya TEGAS....#Hahahahahaaaa# -INDONESIA Itu: Koruptor Terbahak, Karena KPK Diserang dari berbagai penjuru! -INDONESIA Itu: Republik Gagal. -INDONESIA Itu: Punya Presiden ya?? -INDONESIA Itu: "Penegak Hukum vs Penegak Hukum". Bener kata Alm. Gus Dur, Indonesia Itu Lucu. -INDONESIA Itu: "Rakyat ada di belakang KPK....!!!" -INDONESIA Itu: Kisruh dua lembaga penegak hukum, terus Presiden pidato:: "Saya Perihatin...# Hahahah -INDONESIA Itu: Konflik KPK vs Polri, hanya akan mengganggu acara Pak Beye Nyanyi......#wwkwkkwkkkk... -INDONESIA Itu: "Ayo KPK, Jangan Takut! Rakyat di Belakangmu.....!!! #SaveKPK -INDONESIA Itu: Rakyat bilang:"SAVE KPK", tapi Wakil Rakyat teriak: "Bubarkan KPK". Rakyat mana yg diwakili ya?? #SaveKPK -INDONESIA Itu: Siapapun yg cinta negeri ini harus bela KPK....!!! Ayo lawan "Musuh" KPK...!!! #SaveKPK -INDONESIA Itu: "Kemana Presiden?? Bisa gak Pilpres dipercepat aja???" #SaveKPK -INDONESIA Itu: "Aku lebih Percaya KPK dalam memberantas Korupsi di negeri ini,ketimbang lembaga lain....!!" Apa pendapatmu? -INDONESIA Itu:"Hanya di Zaman KPK ada pejabat, politisi, anggota dewan, kepala daerah, hingga pengusaha kaya DITANGKAP. Yg Lain Mana Berani! -INDONESIA Itu: "Kalo ada lembaga negara kalah pamor karena ketidakmampuannya, dia mulai mengusili lembaga lain yg dicintai rakyat".

09 September 2012

REPUBLIK GAGAL

“Di dalam negara yang memiliki pemerintahan baik, kemiskinan adalah hal yang memalukan. Di dalam negara yang memiliki pemerintahan buruk, kekayaan adalah hal yang memalukan”.(Confusius) BERBAGAI konflik yang teradi di Indonesia, benar-benar membukin jengan orang-orang mencintai ketentraman dan kedamaian. Karena, apa pun alasannya, Damai Itu Indah. Di sebuah negara yang terus diwarnai peristiwa konflik, bisa dikatakan sebagai negara gagal. Sebuah riset lembaga nirlaba di Washington DC, Amerika Serikat, bernama The Fund for Peace yang menyusun indeks negara gagal (failed state index) pada 18 Juni 2012, mnempatkan Indonesia pada peringkat 63 di antara 178 negara. Artinya, peringat tersebut menegaskan Indoesia termasuk dalam kelompok negara-negara yang dalam bahaya menuju negara gagal. Rotberg dalam karya monumentalnya yang bertajuk Failed State, Collapsed States, Weak States: Causes and Indicators, menuliskan, dikatakan gagal jika memiliki sejumlah indicator, di antaranya negara itu gagal menjamin rasa aman rakyatnya, negara rawan terhadap tekanan asing, pemerintah pusat tidak mampu menyelesaikan masalah internal (dalam negeri), negara tidak mampu mengendalikan terjadinya konflik etnis dan agama, serta kian merajalelanya praktik korupsi dan legimitasi negara yang terus merosot. Jika melihat indicator yang disampaikan oleh Rotberg tersebut, maka kondisi seperti yang digambarkan tersebut tidak dapat dibantah lagi di Indonesia sebagai negara yang akan menuju kegagalan. Misalnya, konflik antar kelompok yang kerap terjadi di negeri ini yang konstalasinya ada kecenderungan , terus meningkat. Baik secara kualitas, kuantitas naupun variasinya. Contoh terkini adalah konflik horizontal antara penganut Sunni dan Syiah di Madura. Termasuk bentrokan antar kelompok di dalam masyarakat yang menyebabkan hilangnya rasa aman bagi masyarakat. Namun, terlepas dari semua itu, setidaknya para pejabat, pengambil kebijakan, pemimpin kelopok, dan pengemban kepentingan, musti mulai menyadari, betapa Damai Itu indah. Sebuah kalimat klasik yang mudah diucapkan, namun banyak yang tak paham melaksanakannya. Salam Piss dari Penulis. (***)

PENGEMIS

“Sekali engkau membangun nama baik atau nama buruk, hasilnya akan bertahan untuk selamanya”. (Sabrina Jasmine) DEFINISI pengemis adalah mereka yang suka meminta-minta dalam situasi dan kondisi tertentu. Bukan hanya mereka yang mengemis untuk mengisi perut, tapi juga mereka yang hanya peduli pada rakyat sekali dalam 5 tahun, ketika mereka datang mengemis-ngemis suara rakyat untuk peroleh dukungan. Pilkada DKI Jakarta adalah gambaran banyak calon yang diusung oleh partai besar, ternyata hasilnya jeblok di putaran pertama. Bahkan pasangan independent (Faisal Basri-Biem), mampu mengalahkan pasangan Alex-Nono yang diusung Partai Raksasa. Fenomena ini jelas menunjukkan tingkat kepercayaan rakyat kepada Parpol mulai menurun. Begitu juga dengan dua pasanngan yang lolos putaran kedua, menurut saya bukanlah mencerminkan suara parpol, namun lebih kepada sosok/figure, termasuk suara di luar partai. Fakta lain yang bisa dilihat, partai yang pada Pilgub DKI tahun 2007 berhasil meraup dukungan suara 46%, ternyata kali ini hanya mampu meraup suara 11,1 %. Jadi, ada pergeseran bahwa dukungan suara sepertinya sudah tidak lagi mengarah kepada parpol pengusungnya, namun lebih kepada figure yang diusungnya. Karenanya, mimpilah di siang bolong, buat para calon yang hanya mau menyapa, sok care kepada rakyat ketika akan pertarung di gelanggang politik. Namun, mereka cuek bebek, ketika mereka tak membawa kepentingan misi politik.(**)

Nilai Sebutir Nasi

“Tidak ada kekayaan yang melebihi pikiran, dan tidak ada kemelaratan yang melebihi kebodohan”. (Anonimous) ADA sebagian orang yang bisa makan enak berlebihan, bahkan membuang-buang makanan seakan tak berharga, sementara itu ada di antara mereka yang susah makan, dan makanan menjadi barang yang sangat berharga. Bisa dijadikan sebagai bahan renungan bersama. Dikutip dari brosur INLA (The International Nature Loving Association) Indonesia yang menyebar luas di jejaring sosial, seandainya setiap orang menyisakan 1 butir nasi di piringnya, dalam satu hari tiga kali makan, berarti ada 3 butir nasi yang terbuang. Di Indonesia yang berpenduduk sekitar 250 juta jiwa dikalikan tiga butir nasi, berarti dalam setiap hari ada 750 juta nasi terbuang. Konon katanya, dalam 1Kg berisi sekitar 50 ribu butir beras. Maka hitung-hitungannya adalah 750 juta nasi dibagi 50 ribu jumlahnya adalah 15 ribu kilogram, atau 15 ton beras terbuang setiap hari di Indonesia. Angka yang luar biasa. Jika misalnya 1Kg beras cukup dimakan untuk 10 orang, maka beras sebanyak 15 ton bisa member makan untuk 150 ribu orang. Nah, jika 6,5 miliar penduduk bumi sekarang, 50 persennya adalah pemakan nasi dan setiap orang membuang 1 butir nasi saja setiap kali makan, maka jumlahnya 195 ton beras terbuang setiap hari, yang bisa member makan untuk 1,95 juta orang. Namun ironisnya, menurut FAO, organisasi PBB yang menangani masalah pangan, di dunia ini ada 40 ribu orang meninggal dunia tiap hari karena kelaparan. (***)