22 Februari 2013

ZONA MERAH

INDONESIA adalah salah satu negara yang berada di urutan keempat daftar negara yang paling berbahaya untuk jurnalis, setelah Syria, Nigeria dan Brasil. Fakta itu mengacu kepada INSI (Internasional News Safety Institute) yang berjudul “killing The Messenger” yang dipublikasikan pada 24 Agustus 2012 lalu. Riset itu dilakukan pada periode Januari – Juni 2012, setelah Syria, Nigeria dan Brasil. Berdasarkan data riset tersebut, sedikitnya 70 jurnalis dan pekerja media tewas ketika bertugas selama Januari – Juni 2012. 15 orang di Syria, dan di Indonesia pada periode yang sama 6 jurnalis tewas saat bertugas, yakni dalam kecelakaan Sukhoi Superjet 100 pada Mei lalu. Karena dalam riset INSI ini juga memasukkan factor kecelakaantransportasi dalam variable penyebab tewasnya jurnalis. Namun INSI menyebutkan, bahwa mayoritas tewasnya jurnalis adalah karena pembunuhan (45%) dari 70 kasus. Nah, baru-baru ini salah satu jurnalis Indonesia, Aryono Linggotu, 24 tahun, wartawan Harian Metro manado, menjadi korban pembunuhan, mempertegas bahwa Indonesia adalah zona merah bagi keselamatan jurnalis. Aryono Linggotu tewas dengan 14 tusukan, yang hingga kini motif dibalik pembunuhannya masih kabur. Mampukah Polisi mengungkapnya? Kita tunggu saja. (***)

Kisah Sang Tikus

“Jika seseorang memiliki nasib harus tenggelam, dia akan tenggelam sekalipun berdiri di dalam sendok yang penuh berisi air”. (Peribahasa Yahudi) MUNGKIN Anda sudah pernah mendengar cerita inspiratif ini, namun tidak ada salahnya jika saya ceritakan kembali sebagai bahan renungan. Semoga bermanfaat. Suatu hari sepasang suami istri petani pulang ke rumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor Tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam. “Hmmm…makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar?” gumamnya. Ternyata, yang dibeli oleh petani itu bukan makanan, melainkan perangkap tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang sambil berteriak. “Ada perangkap tikus di rumah!….di rumah sekarang ada perangkap tikus..!!” teriaknya. Ia mendatangi beberapa temannya untuk memberitahukan soal perangkap tikus itu. “Tuan Tikus, aku turut bersedih, tapi perangkap tikus itu tidak berpengaruh terhadap diriku,” komentar Ayam. Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing dan memberitahukan hal yang sama. “Aku turut bersimpati, teman. Tapi tidak ada yang bisa aku lakukan,” ujar Kambing. Ketika Tikus menemui Sapi, dia juga memperoleh tanggapan yang hampir sama. ” Maafkan aku, kawan. Ttapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali,” ucap Sapi. Dengan hati setengah dongkol atas tanggapan teman-temannya, Tikus lalu berlari ke dalam hutan. Dia berjumpa dengan temannya, seekor ular berbisa. “Ahhh…Perangkap Tikus yang kecil, tidak akan mencelakai aku,” ujar Ular agak sombong. Akhirnya Sang Tikus kembali ke rumah petani itu dengan pasrah dan terpaksa harus menghadapi bahaya sendirian. Suatu malam, petani pemilik rumah terbangun setelah mendengar suara keras. Perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah berhasil menangkap korban. Tapi ternyata bukan tikus yang tertangkap, melainkan seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap, membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami berhasil membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat dipatok ular itu. Walaupun sempat membawanya ke rumah sakit, namun tubuhnya demam tinggi. Lalu istrinya meminta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. Tahukah Anda, sop ceker ayam sangat bermanfaat untuk mengurangi demam. Dengan penuh kasih sayang, suaminya segera menyembelih ayamnya untuk dimasak sop ceker. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Tapi, istrinya tidak juga kunjung sembuh, dan akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya guna memberi makan orang-orang yang melayat. Dari kejauhan…Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi. Dalam hatinya dia berkata: “Gara-gara perangkap tikus itu, mengakibatkan teman-temannya (Ayam, Kambing, Sapi dan Ular) menjadi korban”. (**)

Sapu Tangan

“The style is the man. Gaya adalah ciri orangnya”. (Penulis) SEMUA orang mengenal sapu tangan yang biasanya berfungsi sebagai penyeka peluh atau bahkan sebagai tanda cinta kepada pasangannya. Benda ini seenarnya sudah disebut dalam syair karya Catulus (85-87 SM). Di zaman itu, sapu tangan dibuat dari anyaman rumput. Tetapi memasuki abad pertengahan Masehi, barulah sapu tangan dibuat dari jalinan kain linen. Hanya golongan masyarakat kelas atas yang sanggup memilikinya. Memasuki abad 14, masyarakat Eropa mulai menempatkan sapu tangan sebagai bagian dari gaya busana. Terutama di Italia, tempat pertama kali sapu tangan muncul dari seorang wanita Vanesia, yang memotong-motong rami berbentuk bujur sangkar dan menghiasinya dengan renda-renda. Fungsi sapu tangan bertambah sebagai alat bertutur sapa masyarakat kelas atas dengan cara melambai-lambaikannya, hingga ke gedung teater untuk memberikan sambutan hangat kepada pemainnya. Dari Italia, sapu tangan kemudian menyebar ke seantero Perancis. Para bangsawan di bawah Raja Henry II memiliki andil besar dalam penyebarannya. Saat itu sudah berbahan dasar mahal yang dibordir cantik sehingga menjadi barang mewah. Ketika pada abad 17 diperkenalkan cerutu, maka fungsi sapu tangan menjadi sangat penting. Menghisap cerutu adalah kelas kalangan atas yang elegan, namun kerap meninggalkan noda kecoklatan pada hidung karena nokotin serta mengganggu penampilan. Pada abad 18 di Versailes, suatu hari Maria Antoinette menyatakan, bahwa sapu tangan berbentuk bujur sangkar lebih tepat dan lebih mudah dibawa kemana-mana. Bahkan Raja Louis XVI sampai harus mengeluarkan peraturan tentang ukurannya bagi semua sapu tangan yang dibuat di lingkungan istananya. Pada abad 19, sapu tangan sudah sampai di Jerman, namun hanya beredar di kalangan bangsawan dan keturunan kerajaan. Saat itu, sapu tangan juga menjadi hadiah umum dari pria yang sedang menaruh hati seorang wanita, atau sebaliknya. Nah, sekarang sapu tangan telah menjadi sarana komunikasi yang menarik. Meletakkan sapu tangan di pipi kiri berarti, aku cinta padamu. Jika disambut dengan menempelkannya di pipi kanan, berarti mengiyakan dan sebaliknya di pipi kiri adalah penolakan. Arti lain, jika diletakkan di bahu kiri, berarti ikuti aku. Jika seorang wanita meletakkannya di bibir sambil menatap anda, berbahagialah. Berarti dia ingin mengajak berkenalan. Tapi, kini sapu tangan sudah digeser oleh tisu kertas yang lebih praktis dan higienis tapi tak ramah ingkungan karena suka dibuang di sembarang tempat setelah dipakai untuk mengusap peluh, noda hingga bersin. Sementara itu, sapu tangan tidak pernah dibuang di sembarang tempat sekalipun telah digunakan.(***)

14 Desember 2012

Bercermin ke China

“Satu contoh yang baik, lebih mampu menggerakkan dunia, ketimbang seratus doktrin”. (Henry Miller) PEMERINTAH China menerapkan larangan perilaku khusus dan sambutan yang mewah untuk para pejabat tinggi. Dengan peraturan baru ini, tidak akan ada lagi karpet merah, kemeriahan anak-anak dan rangkaian bunga setiap menyambut pemimpin Negeri Tirai Bambu. Larangan ini dikeluarkan usai pertemuan 25 orang pemimpin tinggi (Politburo) Partai Komunis China. Dalam pernyataan pemerintah, para pejabat juga dilarang membacakan pidato panjang yang tidak ada isinya. Sebelumnya dalam beberapa tahun terakhir, para pejabat di Partai Komunis China, bahkan yang terendah sekalipun, mendapatkan perilaku istimewa di tengah masyarakat. Mereka disupiri kemanapun pergi dengan mobil mewah dan disambut bak raja, lengkap dengan puluhan anak-anak sekolah yang bersorak sambil mengibarkan bendera kecil. Para pejabat pemerintah dan partai juga sering berkompetisi siapa yang paling besar kantor pemerintahnya. Persaingan mereka termasuk dalam penyajian prasmanan besar hasil bumi rakyat, menunjukkan kekayaan daerahnya. Kelakuan para pejabat Partai Komunis membuat jengah warga yang melancarkan kritikan keras, terutama di situs media sosial Weibo. Akhirnya, pemerintahan baru yang dipimpin oleh Xi Jinping membuat kebijakan-kebijakan yang dinilai populis. Dua minggu sejak dipilih sebagai Presiden, Xi hanya menyampaikan dua buah pidato tanpa teks di televisi nasional. Li Keqiang, yang diprediksi akan diangkat Perdana Menteri pada Maret 2013 nanti, dan Wang Qishan, Ketua Lembaga Anti Korupsi baru China, mengadakan pertemuan yang melarang seluruh anggotanya menyampaikan pidato yang panjang, namun bertele-tele, tanpa makna. Bahkan, pada sebuah seminar, Wang juga menegur seorang profesor yang memanggilnya dengan sebutan "Sekretaris Wang yang terhormat. Ini adalah bukti bahwa kepemimpinan Partai Komunis China yang baru, ingin menghilangkan kesan arogansi dari para anggotanya. Selain itu, para pemimpin partai juga dilarang datang ke upacara peresmian, gunting pita, groundbreaking atau acara-acara lainnya yang dinilai membanggakan diri. Bepergian ke luar negeri bagi pejabat juga akan dikontrol dengan ketat. Pejabat juga tidak lagi boleh menggunakan voorijder atau menutup jalan raya saat bepergian. Bagaimana dengan di Indonesia? Saya tidak berani berkomentar.(**)

Anak Siapakah Mereka?

“JIka orang tua sudah tidak mampu menjaga anak-anaknya, negara akan menghadapi kesulitan untuk menjaga anak-anak itu di jalanan”. (Penulis) KARENA alasan tekanan ekonomi, broken home, diusir dari rumah dan jadi gelandangan, konflik politik berkepanjangan yang menyulut perang saudara, hingga tingginya biaya sekolah, memaksa anak-anak harus bekerja untuk hidup dengan bayaran yang rendah. Di Afrika Bawah-Sahara, merupakan negara yang banyak mempekerjakan anak-anak. Lebih dari 40 persen anak-anak umur 5-14 tahun bekerja untuk gaji Rp50 ribu per minggu. Fakta yang juga didukung oleh data di seluruh dunia, ILO (International Labour Organization) lembaga PBB yang menanganai masalah ketenagakerjaan/buruh mencatat sebesar 32 persen dari 220 juta anak-anak di dunia sudah bekerja. Di negara Liberia seperti halnya negara Afrika lainnya, negara ini tidak memiliki data rata-rata jam kerja harian mereka. Alasannya karena sebagian 85 persen warganya yang berjumlah 3 juta jiwa itu tidak memiliki pekerjaan. Alasan lain, banyak para pencari data untuk angka-angka statistik tidak ada yang berani mendekati tentara anak-anak yang tengah bertempur di medan perang sipil. Juga tidak berani bertanya berapa jam kerja mereka di jalanan kota Monrovia yang sering terjadi pertumpahan darah, akibat perang antar geng. Nah, di negara Nauru, sebuah negara yang berpenduduk sekitar 9.000 jiwa dengan luas wilayah sebesar 20 km persegi ini tergolong unik. Sebagai salah satu negara terkecil di dunia, namun memiliki tingkat pengangguran tertinggi hingga 90 persen.(**)

27 November 2012

CAFE SAMPAH

“Orang-orang beradab dapat membicarakan tentang segalanya, karena bagi mereka tidak ada hal yang tidak rasional” (Clive Bell) DI JERMAN, setiap tahunnya ada satu juta ton sampah elektronik yang dibuang masyarakat. Dari jumlah tersebut, umumnya kerusakan barang elektronik yang dibuang itu hanya kerusakan kecil yang masih dapat diperbaiki. Namun, budaya konsumtif menjadikan masyarakat menjadi malas untuk sekedar memperbaiki kerusakan kecil itu. Menyadari makin bertumpuknya limbah elektronik itu, sebuah organisasi swadaya masyarakat di Kota Köln, yang aktif dalam upaya perlindungan lingkungan, baru-baru ini membuka sebuah Café Reparasi untuk menunjukkan sikap menentang budaya sekali pakai, yang membuat semakin menggunungnya tumpukan sampah. Sekitar 40 anggota yang bekerja sukarela terlibat dalam café yang diberi nama Dingfabrik. Mereka menawarkan lokakarya kerajinan tangan dan pertukangan kepada anak-anak dan juga orang dewasa secara gratis. Di tempat ini diajarkan pula bagaimana memperbaiki barang-barang elektronik sehingga bisa dipakai kembali namun tentu bukan pula menjadi tempat usaha perbaikan barang. Pendek kata, Café Reparasi bukanlah saingan bagi mereka yang menawarkan jasa reparasi, seperti reparasi radio atau televisi. Yang ditangani Café Reparasi terutama perangkat yang biasanya akan dibuang. Di sini, para pengunjung mendapat pengarahan, bimbingan dan dukungan untuk memperbaiki sendiri peralatan mereka yang rusak. Para relawan di Café Reparasi berusaha menanamkan rasa tanggungjawab atas penggunaan barang-barang konsumsi. Karena dewasa ini, banyak produsen memperoduksi perangkat yang hanya tahan untuk beberapa jangka waktu. Jadinya, konsumen diharapkan memilih barang yang lebih mahal namun tahan lama dan jika nantinya harus diperbaiki jatuhnya juga tidak terlalu mahal dibanding dengan harga beli baru. (***)

13 November 2012

Bangsa Perokok Berat

ROKOK oleh kebanyakan orang disebut sebagai racun. Ironisnya, kebanyakan orang adalah perokok berat. Seperti di Arab Saudi, menurut penelitian Abdullah Al-Budah negara gurun pasir ini setiap tahunnya membutuhkan tidak kurang dari 40 ribu ton tembakau. Astaga!Negara Islam itu membutuhkan tembakau sebesar itu karena sekitar 600.000 wanita Arab Saudi adalah perokok. Jika dihitung secara keseluruhan, maka jumlah total perokok di negara itu adalah 6 juta orang. Diperkirakan setiap tahunnya ada 23 ribu orang mati akibat merokok. Padahal, setiap tahun pula demi asap beracun ini orang Arab mengeluarkan 12 Milyar Riyal atau setara dengan Rp 28,8 Trilyun. Setara dengan 28 ribu masjid atau sekolahan jika per unitnya dibangun dengan biaya Rp 1 Milyar. Tetapi uang sebear itu bagi negara makmur ini bukanlah besar. Karena meskipun tanahnya hanya hamparan gurun pasir, tetapi negara ini mampu menghasilakn buah-buahan, korma, gandum dan barli yang bernilai tinggi. Selain itu, produksi minyak, gas, emas, perak dan besi mmbawa negara ini mampu mencapai income percapita sebesar $ 191 Bilyun pada tahun 2002 saja. Wajar, jika negara pengekspor minyak mentah terbesar di dunia ini mampu membiayai proyek-proyek besar dan menjadikannya sebagai negara termakmud di dunia yang membuat rakyatnya manja. Sehingga untuka tenaga kerja pun harus didatangkan dari luar negeri, termasuk dari Indonesia.

AK-47

SEMUA orang pasti mengenal senjata laras panjang bernama AK-47 yang telah menjadi senjata pembunuh paling ampuh di berbagai ajang pertempuran sejak tahun 1947. Senjata ini modelnya keren, efektif dan tangguh di segala medan perang.Tak banyak yang tahu, senjata ini dirancang oleh Mikhail Timoveevich Kalashnikov pada Perang Dunia II. AK-47 bermakna Automat Kalashnikov alias senjata otomatis ciptaan Kalashnikov yang diproduksi pertama kali pada tahun 1947. Bobotnya 4,8 kg, jangkauan tembak 800 meter dan tetap efektif meskipun terendam air kotor. Saat ini, lebih dari 50 negara di dunia menggunakan senjata jenis AK-47. Perancangnya lahir tanggal 10 November 1919 di Desa Kurya, Siberia anak seorang petani miskin sebagai anak bungsu dari 17 bersaudara. Tak tamat SMA dan bekerja di bengkel Kereta Api hingga ikut wajib militer tahun 1938 dan tamat pendidikan teknik tank. Ketika dikirim ke medan perang, dia alami luka parah dan dirawat di rumah sakit. Dalam perawatan medis itulah dia merancang AK-47 dan akhirnya diproduksi massal yang membawanya mendapat pangkat kehormatan, Mayor Jenderal. Ironisnya, dimasa tua dia hidup sederhana, karena hak patennya diserahkan kepada negara. Jika tidak, sudah pasti dia akan menjadi Milyuner. Dia hanya berpesan: “Aku tetap bisa tidur nyenyak. Karena aku merancang AK-47 untuk membela diri, bukan untuk membunuh. Jika banyak yang terbunuh oleh senapan ini, itu adalah kesalahan politisi yang tak mampu mencapai kesepakatan damai dan memilih cara kekerasan untuk memecahkan masalah mereka".

Si Bodoh Merubah Dunia

ORANG bodoh, atau merasa dirinya bodoh adalah permasalahan serius. Banyak anak-anak bodoh atau merasa dirinya bodoh nangis karena tak mampu mengisi soal-soal ujian, tidak lulus sekolah hingga ada yang depresi, putus asa dan frustasi sampai bunuh diri. Tragis! Tetapi sejarah mencatat, bahwa banyak orang-orang bodoh atau dianggap bodoh yang ternyata memiliki otak encer bahkan tercatat sebagai orang besar yang mampu mengubah dunia ini melalui pemikiran-pemikiran brilyan-nya. Siapakah Dia? Misalnya masa kecil Albert Enstein disebut sebagai si tolol/bolot, suka menyendiri, tak senang bergaul karena lebih senang berijaminasi khayalan bodoh. Enstein pernah gagal karena tak lulus masuk ke Institut Teknologi Persekutuan Swiss (Eidgenossische Technische Ochschule). Namun, di kemudian hari dia dikenal sebagai fisikawan hebat penemu Teori Relativitas dan inspirator pembuatan bom nuklir. Dia juga yang menyatakan, bahwa cahaya memiliki kecepatan absolute sebesar hampir 300.000 kilometer per detik. Benda lain bisa bergerak mendekati kecepatan itu, namun tidak akan pernah melampauinya. Kemudian Thomas Alfa Edison adalah penemu terbesar sepanjang masa di dunia dengan 3.000 penemuannya. Diantaranya meliputi laboraturium riset untuk industri, stasiun tenaga listrik, system distribusi listrik, lampu listrik, fonograf (berkembang jadi tape recorder), kinetograf (kamera film), kinetoskop (proyektor film), lokomotif listrik, mikrofon, pengeras suara dan sebagainya. Semasa kecilnya, oleh guru-gurunya dia dinilai bodoh. Ada lagi, Charles Darwin penemu Teori Evolusi, yang masa kecilnya dianggap bodoh. Guru-gurunya termasuk orang tuanya menganggap dirinya ediot atau tingkat kecerdasannya di bawah normal. Namun, sejarah dunia mencatatnya melalui Teori Evolusi-nya. Darwin mengatakan bahwa species yang hidup sekarang ini berasal dari species yang pernah hidup sebelumnya, dan evolusi berlangsung melalui seleksi alam. Kemudian, Sir Issac Newton, penemu Teori Gravitasi, saat masih duduk di bangku SD, juga dianggap sebagai murid bodoh karena prestasinya yang buruk. Namun, di tahun 1687 dia adalah perumus Teori Gravitasi (daya tarik bumi) bermula ketika dia melihat buah apel jatuh di halaman rumah neneknya. Dari situ, Newton berteori, setiap benda akan jatuh ke tanah karena bumi memiliki gravitasi. Selanjutnya ada Leo Tolstoy, penulis buku hebat “War and Peace”, dia pernah dikeluarkan dari akademi karena tidak lulus. Tetapi dia dikenal sebagai sastrawan dunia kelas wahid dari Rusia. Terus Louis Pastor, adalah nama terbesar dalam sejarah Mikrobiologi yang membuktikan bahwa kehidupan tidak akan dapat diciptakan melalui benda mati. Dia juga mengajarkan, bahwa kehiupan merupakan keajaiban Tuhan. Padahal, di masa kuliah dia adalah mahasiswa biasa-biasa saja peringkat 15 dari 22 orang dalam mata kuliah Kimia. Terus Leon Uris, adalah pengarang buku hebat terlaris sepanjang masa “Exodus”. Ironisnya, dia pernah gagal dalam ujian Bahasa Inggris hingga tiga kali saat di sekolah menengah. Selanjutnya Sir Winston Churcil (1874-1965) adalah pengarang buku dan Perdana Menteri Inggris terkenal, ahli strategi, orator ulung, diplomat hebat dan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah dunia. Tetapi dia pernah tidak naik kelas enam SD. Terus ada Aristotle Onasis, konglomerat milyuner asal Yunani, saat sekolah adalah si tolol nomor satu yang selalu menjadi biang kerok, sehingga sering dikeluarkan dari sejumlah sekolah. Kemudian Akio Morita, adalah pendiri Sony Corporation, juga dikenal murid bodoh yang menempati peringat terakhir dari 180 siswa kelas ilmu pasti. Anda Tahu Sylvester Stalone? Dia adalah bintang film hebat dengan Rambo, Rocky dan Cobra-nya. Tapi masa kecilnya pernah dikeluarkan dari 13 sekolahan dalam rentang waktu 11 tahun. Terakhir, adalah saya (Anto Winarno), tokoh yang satu ini tidak terkenal sama sekali. Sewaktu kecil dia dikenal sebagai orang bego tolol dan dua kali dikeluarkan dari sekolah karena mangkir (di SD), suka bolos dan dipecat jadi ketua kelas (di SMP). Saat di SMA dan kuliah, cap buruk juga terus melekat. Tetapi sekarang, ternyata dia masih juga dikenal sebagai orang bodoh. (Kasihan,ya).(**)

06 November 2012

Anak Siapakah Mereka?

“JIka orang tua sudah tidak mampu menjaga anak-anaknya, negara akan menghadapi kesulitan untuk menjaga anak-anak itu di jalanan”. (Penulis) KARENA alasan tekanan ekonomi, broken home, diusir dari rumah dan jadi gelandangan, konflik politik berkepanjangan yang menyulut perang saudara, hingga tingginya biaya sekolah, memaksa anak-anak harus bekerja untuk hidup dengan bayaran yang rendah. Di Afrika Bawah-Sahara, merupakan negara yang banyak mempekerjakan anak-anak. Lebih dari 40 persen anak-anak umur 5-14 tahun bekerja untuk gaji Rp50 ribu per minggu. Fakta yang juga didukung oleh data di seluruh dunia, ILO (International Labour Organization) lembaga PBB yang menanganai masalah ketenagakerjaan/buruh mencatat sebesar 32 persen dari 220 juta anak-anak di dunia sudah bekerja. Di negara Liberia seperti halnya negara Afrika lainnya, negara ini tidak memiliki data rata-rata jam kerja harian mereka. Alasannya karena sebagian 85 persen warganya yang berjumlah 3 juta jiwa itu tidak memiliki pekerjaan. Alasan lain, banyak para pencari data untuk angka-angka statistik tidak ada yang berani mendekati tentara anak-anak yang tengah bertempur di medan perang sipil. Juga tidak berani bertanya berapa jam kerja mereka di jalanan kota Monrovia yang sering terjadi pertumpahan darah, akibat perang antar geng. Nah, di negara Nauru, sebuah negara yang berpenduduk sekitar 9.000 jiwa dengan luas wilayah sebesar 20 km persegi ini tergolong unik. Sebagai salah satu negara terkecil di dunia, namun memiliki tingkat pengangguran tertinggi hingga 90 persen.(**)