KETIKA azan Maghrib dan Isya berkumandang, kita enggan untuk beranjak dari depan televisi karena tak mau ketinggalan acara sinetron, dengan dalih masih ada waktu. Demikian pula pada azan-azan lain, kita tak langsung beranjak dengan berbagai dalih yang salah.
Tanpa sadar pula, kita menyuruh anak-anak untuk segera tidur dengan alasan supaya besok tidak telat berangkat ke sekolah, atau kita tidak terlambat pergi ke tempat kerja. Semestinya, kita cepat tidur supaya kita tidak telat sembahyang Subuh. Kita mengajarkan kepada anak-anak untuk menabung, tetapi kita jarang sekali mengajari untuk bersedekah. Ketika isteri terlambat masak, wajah kita sewot dan ngedumel. Ketika anak-anak telat pulang sekolah, kita juga marah. Tetapi kita tidak marah ketika isteri dan anak-anak terlambat shalat. Kita sering khawatir kalo tidak menyisihkan uang untuk cicilan kredit, tetapi kita tak bertanya apakah zakat fitrah dan zakat mall sudah dibayar atau belum.
Tanpa sadar pula, Tuhan telah ternomorduakan dan tergantikan oleh “Tuhan-Tuhan” yang lain. Padahal, Allah SWT tidak akan pernah tertandinigi oleh apa pun juga. Mari kita usir “Tuhan-Tuhan” yang lain itu dari kehidupan kita.(***)
29 Oktober 2008
03 September 2008
Binatang Pun Punya Malu
SEORANG suffiah bernama Mustafa Mahmoud bercerita dalam bukunya berjudul “Melihat Allah”, bahwa banyak kejadian di dunia ini yang pantas dijadikan sebagai pelajaran oleh manusia. Dia mencontohkan tentang kisah peristiwa menggemparkan di Cairo, Mesir beberapa puluh tahun silam.
Kisah itu bermula ketika seorang pemain sirkus harus tewas seusai pertunjukan karena diterkam oleh macan peliharaannya sendiri. Sebelum menghembusakan nafas terakhirnya, dia sempat berpesan kepada anaknya agar macan itu tidak dibunuh. Konon, pesan terakhir itu dipenuhi oleh sang anak dan memilih mengirim si Raja Rimba itu ke sebuah kebun binatang di kota yang sama. Di tempat barunya, macan itu menjadi seekor binatang yang pendiam, pemurung dan tak bergairah sama sekali. Meski disediakan daging segar dan betina paling cantik dari bangsanya, tetap saja dia tak bergairah untuk menikmatinya. Dia benar-benar seperti mengalami gangguan jiwa hingga akhirnya ditemukan sudah mati dalam keadaan mengenaskan. Ekornya terbelah, keempat cakarnya hancur putus dimakan olehnya sendiri. Seolah-olah cakar itu lah yang selalu mengingatkan pada dirinya tentang perbuatan jahat yang kemudian paling dia sesali dan sangat memalukan karena telah membunuh tuannya sendiri yang selama ini menjaganya, menghidupinya dan menyayanginya sejak kecil.
Selain contoh di atas, jenis binatang lain yang dikenal memiliki rasa malu adalah onta. Konon, sebelum melakukan hubungan intim, binatang khas gurun pasir ini terlebih dulu akan mengelilingi daerah sekitar untuk memastikan tidak ada sepasang mata yang memperhatikannya. Karenanya, onta dijuluki “Raksasa Pemalu”.
Demikian pula dengan kucing. Setelah selesai membuang hajat, binatang peliharaan ini tidak akan buru-buru beranjak pergi. Tetapi terlebih dahulu dia akan menimbun kotorannya dengan pasir atau tanah beberapa kali hingga tidak menimbulkan bau.(***)
Kisah itu bermula ketika seorang pemain sirkus harus tewas seusai pertunjukan karena diterkam oleh macan peliharaannya sendiri. Sebelum menghembusakan nafas terakhirnya, dia sempat berpesan kepada anaknya agar macan itu tidak dibunuh. Konon, pesan terakhir itu dipenuhi oleh sang anak dan memilih mengirim si Raja Rimba itu ke sebuah kebun binatang di kota yang sama. Di tempat barunya, macan itu menjadi seekor binatang yang pendiam, pemurung dan tak bergairah sama sekali. Meski disediakan daging segar dan betina paling cantik dari bangsanya, tetap saja dia tak bergairah untuk menikmatinya. Dia benar-benar seperti mengalami gangguan jiwa hingga akhirnya ditemukan sudah mati dalam keadaan mengenaskan. Ekornya terbelah, keempat cakarnya hancur putus dimakan olehnya sendiri. Seolah-olah cakar itu lah yang selalu mengingatkan pada dirinya tentang perbuatan jahat yang kemudian paling dia sesali dan sangat memalukan karena telah membunuh tuannya sendiri yang selama ini menjaganya, menghidupinya dan menyayanginya sejak kecil.
Selain contoh di atas, jenis binatang lain yang dikenal memiliki rasa malu adalah onta. Konon, sebelum melakukan hubungan intim, binatang khas gurun pasir ini terlebih dulu akan mengelilingi daerah sekitar untuk memastikan tidak ada sepasang mata yang memperhatikannya. Karenanya, onta dijuluki “Raksasa Pemalu”.
Demikian pula dengan kucing. Setelah selesai membuang hajat, binatang peliharaan ini tidak akan buru-buru beranjak pergi. Tetapi terlebih dahulu dia akan menimbun kotorannya dengan pasir atau tanah beberapa kali hingga tidak menimbulkan bau.(***)
20 Agustus 2008
Peti Mati Untuk Koruptor
| DAPAT diibaratkan, jika tiga buah kerikil dijatuhkan dari pesawat di wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), maka dua diantaranya akan mengenai kepala koruptor. Anekdot ini untuk menggambarkan betapa praktek korupsi di negeri ini sudah merambah di seluruh lini kehidupan. Wajar, jika prestasi tertinggi yang pernah diraih adalah anugrah negara paling terkorup di dunia. Jika melongok ke Filipina dan RRC (Republik Rakyat China), sebelumnya kedua negara ini mendampingi Indonesia di peringkat atas negara-negara terkorup. Tapi kedua negara ini semakin membaik dalam hal pemberantasan korupsi meninggalkan Indonesia. China menggunakan cara fenomenal dalam memberangus korupsi. Pada masa pemerintahan Perdana Menteri China Zhu Rong Ji, saat dilantik pada tahun 1998 pernah berkata, “Sediakan saya 100 peti mati untuk koruptor. 99 peti mati untuk yang lain dan 1 peti mati untuk saya sendiri jika terbukti korupsi”. Hasilnya? Cheng Kejie pejabat tinggi Partai Komunis kebagian peti mati karena terbukti menerima suap US$ 5 Juta dan isterinya Li Peng masuk sel. Kemudian Wakil Gubernur Jiangxi Hu Chang Ging pun tak luput dari peti mati karena terbukti terima suap mobil mewah dan permata senilai Rp 5 Milyar. Antara tahun 2001-2004 sebanyak 4.000 koruptor dan kejahatan lain di China dihukum mati. Catatan Amnesti Internasional (AI) menyebut angka itu lebih kecil dari fakta yang sebenarnya dan menganggap cara China itu adalah sesuatu yang sangat mengerikan. Tak hanya itu, selama 4 bulan pada tahun 2003 di China, sebanyak 33.761 orang polisi dipecat dengan tidak hormat karena terbukti menerima suap, berjudi, mabuk-mabukan, membawa senjata di luar jam tugas dan masalah rendahnya standar kualitas. Coba Anda bandingkan dengan penanganan kasus korupsi di Indonesia? (Renungkanlah sendiri….) Selanjutnya, di Filipina, walaupun tidak sekeras China, dimulai dari massa pemerintahan Presiden Arroyo yang membuat gebrakan dengan membentuk Life Style Check Team, mengefektifkan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) model Filipina yang disebut dengan nama PCAGC (Philipine Court for Anti Graft and Corruption) termasuk mengundang pakar pemberantasan korupsi, Tony Kwok dari Hongkong. Hasilnya? Selain sejumlah pejabat penting tergaruk, ternyata juga menyeret Miguel Arroyo, suami presiden Arroyo dan nyaris masuk pengadilan. Walaupun akhirnya (seperti di Indonesia) dia bisa lolos karena sedikit permainan politik, namun setidaknya orang terdekat dengan kekuasaan pun tak boleh seenake dewe. Coba Anda bandingkan dengan penanganan kasus korupsi di Indonesia? (Renungkanlah sendiri…..)(**) |
Obrolan Setan Kurus dan Setan gemuk
| PADA suatu kesempatan, bertemulah Setan Gemuk dan Setan Kurus di sebuah persimpangan. Terjadi obrolan serius antara kedua makhluk yang pernah diusir dari taman surga ini. Keduanya membicarakan tentang tugasnya masing-masing dari Baginda Raja Setan. Profesi mereka memang sama, yakni membawa misi menjerumuskan manusia ke lembah dosa. Hanya saja, nasib keduanya berbeda yang dapat dilihat dari tampilannya sebagai setan kurus dan setan gemuk. Perbincangan dimulai oleh Setan Gemuk yang hatinya terenyuh setelah melihat temannya yang kurus kering, krempeng, baju combing-camping, kulit hangus, rambut gundul dan kelihatannya sangat menderita. Setan Gemuk bertanya, “Kalo boleh aku tahu, mengapa keadaannmu begitu mengenaskan, teman. Ada apa?” Dengan suara bergetar dan bibir kelu yang tak dibuat-buat, Setan Kurus menjawab,” Nasibku sungguh-sungguh tidak beruntung, kawan. Karena sesuai dengan surat tugas dari Baginda Raja Setan, aku ditugaskan untuk menggoda dan menyesatkan manusia-manusia alim, beriman dan kuat berpegang teguh kepada ajaran agamanya. Akibatnya, tubuhku setiap hari selalu terbakar, tak pernah dapat makan-minum. Aku tidak bisa mendekati manusia-manusia seperti itu, sehingga aku harus mengintip dari jarak jauh. Sebab, setiap mereka melakukan aktivitas selalu diawali dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Esa. Aku benar-benar tak kuat, kawan. Wajar jika kondisiku amat menyedihkan seperti ini,” papar Setan Kurus. Mendengar penjelasan teman malangnya itu, Setan Gemuk hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya dengan menampakkan air muka berbela sungkawa. Ketika Setan Kurus berbalik bertanya tentang temannya yang berbadan gemuk dan makmur sentausa itu. Setan Gemuk menjawab, “Aku memang lebih beruntung, teman. Karena sesuai dengan surat tugas dari Baginda Raja Setan, aku ditugaskan untuk menggoda dan menyesatkan manusia-manusia laknat dan bejat. Suka korupsi, main perempuan, berjudi, minum-munuman keras sampai teler, mengkonsumsi narkoba sampai klenger, lupa kepada Tuhannya dan berbagai tindak criminal lainnya. Seperti yang kamu lihat semuanya ini adalah hasil dari pekerjaanku menggoda manusia-manusia seperti itu”. Sudah pasti, Setan Kurus merasa iri mendengarnya. Maka dia berencana ingin melakukanlah lobi-lobi politik hitam yang lazim terjadi di dunia persetanan sana agar dirinya juga bisa mendepatkan “tempat basah” seperti Setan Gemuk. Dia akan berusaha semaksimal mungkin mewujudkan keinginannya. Yang jelas, berbagai upaya akan dilakukan. Apakah melalui money politik, jilatisme politik, fitnahisme politik, upetisme politik, adudombaisme politik dan lain sebagainya. Namun, sejauh ini masih belum diketahui apakah usahanya itu sukses. Karena hingga tulisan ini diturunkan, belum berhasil melakukan konfirmasi lebih lanjut.(***) |
20 Juni 2008
M A R A H
| AMARAH bisa muncul kapan saja dari diri sendiri, dari orang lain bahkan dari isteri makhluk yang paling terdekat dengan kita sekalipun. Padahal, amarah lebih banyak timbulkan dampak negatifnya, ketimbang positifnya. Orang-orang bijak terkenal di dunia banyak berpesan dan memberikan nasihat tentang tidak ada untungnya seseorang marah. Ambrose Bierce mengingatkan, “Bicaralah pada saat Anda sedang marah dan Anda akan melakukan pidato panjang yang akan Anda sesali”. Baltasar Gracian memberi nasihat, “Janganlah melakukan apa pun pada saat Anda marah, karena semua yang Anda lakukan menjadi serba salah”. Daniele Webster berpesan, “Tetaplah tenang, amarah bukanlah suatu alasan”. Henry Ward Beecher berkata, “Janganlah Anda melupakan kata-kata seseorang yang sedang marah yang ditujukan kepada kita”. Ovid berpetuah, “Bertambah agung seseoang, maka bertambah besar ketahanannya untuk tidak marah”. Saneca memberi tip ampuh, “Obat yang paling mujarab untuk mengobati amarah adalah dengan menundanya". Karenanya, jika memiliki kemampuan menahan amarah, bersikaplah seperti ceret yang memakai sempritan. Dia hanya bernyanyi saat airnya sudah mendidih. Kebanyakan, jika seseorang benar biasanya dapat menahan diri untuk bersabar. Tetapi jika orang itu bersalah, biasanya tidak dapat menahan diri untuk tidak marah. Padahal, dengan amarah, sangat sulit untuk menjaga hubungan baik dengan orang lain. Simpanlah amarah karena tidak seorang pun yang menginginkannya. Pepatah India menyebutkan amarah berakhir dengan kekejaman. Pepatah China berkata jika seseorang berada dalam keadaan marah, dia tidak berada di pihak yang benar dan jangan menulis surat pada saat sedang marah. Pribahasa Jerman, amarah tanpa tenaga adalah kebodohan. Peribahasa India, janganlah melempar amarah yang dapat berbalik melawan, karena api memiliki panas yang sama saat dinyalakan. Penulis berpesan, ” Anger Punishes Itself” yang artinya amarah dapat menghukum dirinya sendiri.(***) |
Rojali dan Sumitro
| SELAIN si Rojali (Rokok Jarang Beli) ada juga nama yang setara, yakni Sumitro (Suka Minta Rokok). Keberadaan mereka banyak dijumpai di sekitar kita, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi kalau identitas mereka adalah Rojali dan Sumitro. Untuk mendapatkan sebatang rokok demi mulutnya bisa ngebul, tidak hanya dengan membeli. Bagi yang dompetnya kososng bisa meminta seperti kelakuan Sumitro yang bermodalkan pandai ngobrol dengan orang-orang yang punya rokok. Sedangkan yang isi dompetnya sangat cekak dan kempis, dia juga gemar minta rokok, walaupun kadang kala dia juga beli walaupun jarang, seperti tabiat yang diperlihatkan oleh si Rojali. Padahal, rokok menurut Islam hukumnya makruh karena dinilai membawa ketidakbaikan bagi kesehatan tubuh. Wajar jika kampanye anti rokok dan anti asap tembakau terus mengumandang secara internasional. Indonesia menduduki peringkat 5 jumlah perokok terbesar di dunia. Kaum remajanya malah divonis jumlahnya tertinggi di dunia. Tercatat sebanyak 13,2 % kaum pelajar di Indonesia adalah perokok aktif. Di negara-negara lain, paling tinggi hanya 11 %. Catatan WITT (Wanita Indonesia Tanpa Tembakau) tahun 2007, jumlah meninggal dunia akibat rokok juga cukup signifikan. Dari total 1,2 juta orang di Asia Tenggara yang menggunakan bahan baku tembakau, sebesar 25 %-nya berada di Indonesia, diantaranya meregang nyawa. Mengapa si Rojali dan Sumitro sulit menghilangkan kebiasaannya merokok? Entahlah, walaupun ada yang menjawab, “Kasihan petani tembakau jika semua orang berhenti merokok,” katanya. Padahal ada sekitar 43 jenis penyakit yang bisa ditimbulkannya hingga kematian. Karena, dari sebatang rokok, mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia berbahaya, terutama tar, nikotin dan kabron monoksida. No Smoking!(***) |
F O R M A L I N
| MASYARAKAT resah karena keberadaan zat pengawet berbahaya bernama Formalin telah menjadi ancaman serius di dalam kehidupannya sehari-hari. Lagi-lagi masyarakat dibikin kaget, terperanjat, bingung dan ujung-ujungnya bisa ditebak, tidak bisa berbuat apa-apa. Lebih menyedihkan lagi, banyak masyarakat yang tidak tahu, apa itu Formalin ketika banyak zat makanan, minuman dan produk konsumsi masyarakat lainnnya mengandung formalin. Pemerintah pun melarang penggunaan Formalin. Larangan Formalin sebenarnya sudah diterbitkan oleh Pemerintah sejak Tahun 1988 melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 722 / Menkes / Per / IX / 88 yang secara tegas memberlakukan larangan bagi penggunaan Formalin dalam makanan. Selanjutnya, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 juga mengatur, bahwa kesengajaan menggunakan zat berbahaya sebagai bahan tambahan makanan, dikenakan denda maksimal Rp 600 juta dan penjara 5 tahun kurungan. Hanya saja, sering kali aturan yang ada di Indonesia ini hanya menjadi pajangan. Bahkan jika Anda beruntung, tajir, hebat, banyak koneksi dengan pejabat dan pentolan penegak hukum, sanksi hukumnya terkadang dapat di-“perjualbeli”-kan, walaupun Anda adalah seorang koruptor kelas kakap. Sebaliknya, jika Anda lemah, ndak punya koneksi dengan orang penting, siap-siap saja Anda mendekam di penjara, walaupun Anda adalah kriminil kelas teri. Jadi hukum berpihak kepada siapa, dong?(***) |
Kaum Sodom di Jaman Modern
| BARU-baru ini kaum waria alias wandu atau banci minta agar kelompoknya tidak diperlakukan diskriminatif. Tuntutan itu salah satunya disampaikan pada acara peluncuran buku Hak Kerja Waria, Tanggung Jawab Negara di Jakarta Media Center belum lama ini. Intinya, mereka tak ingin didiskreditkan dan minta disejajarkan dengan masyarakat pada umumnya. Menurut catatan Sehati (IPOOS), lembaga tempat bernaungnya para gay, pada tahun 1995 saja jumlah gay di Jakarta sebanyak 1.000 orang. Dapat dimungkinkan jumlah tersebut akan terus bertambah, walaupun dalam Al-Quran dan Hadits Nabi digambarkan tentang kehancuran kaum Nabi Luth karena melakukan praktek homoseksual atau sodomi. Adda cerita dari California, USA, pemerintah setempat telah mengundang-undangkan peraturan yang melegalkan pernikahan sejenis yang memberi angin segar bagi pasangan gay maupun lesbian. Mereka ramai-ramai mencaftarkan diri untuk menikah secara resmi, setelah cukup lama hidup bareng tanpa status yang jelas. Mereka menyambut aturan ini dengan penuh seuka cita. Pasangan lesbian pertama yang memperjuangkan pernikahan sejenis adalah Robin Tyler dan Diane Olson. Setelah aturan resmi dikeluarkan pemerintahnya, pada Juni 2008 mereka dinikahkan oleh Rabi Denise Edger. Termasuk pasangan Del Martyn, 87 tahun dan Phyllis Lyon, 83 tahun yang menikah di hadapan Wali Kota, setelah mereka hidup bersama selama 56 tahun dan sempat menghebohkan dunia. Tahun 2004 pasangan ini pernah menikah, tetapi dianulir karena belum ada aturan resmi. Entahlah….Tentu saja sangat mengerikan jika di jaman modern ini, Allah SWT juga akan meng-azab kaum ini. Naudzu billah mindalik.(***) |
16 Mei 2008
20 %
JIKA melihat besarannya, angka 20 adalah kecil. Tetapi jika menyebut angka 20 % dari anggaran pendapatan dan belanja pemerintah untuk dunia pendidikan, adalah angka yang sangat sulit banget dicapai.
Pasal 34 ayat (4) berbunyi, anggaran pendidikan sekurang-kurangnya adalah 20 % dari anggaran pendapatan dan belanja pemerintah. Tapi sejak perubahan UUD 1945 disahkan pada Sidang Paripurna Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada tahun 2002 silam, hingga kini angka yang 20 % itu ternyata belum juga tergapai. Misalnya, ABPN pada tahun 2007 lalu untuk pendidikan hanya 11,8 % atau 90,10 Trilyun dari total anggaran yang sebesar Rp 763,6 Trilyun. Anggaran pendidikan di tahun 2006 malah lebih kecil hanya 9,1 %, tahun 2005 hanya 6,4 % dan tahun 2004 hanya 6,6 % dari APBN. Jika pada tahun 2008 pemeirntah hanya mentargetkan sebesar 14 %, maka untuk mencapai angka 20 % sepertinya baru akan terealisasi pada 5-6 tahun yang akan datang. Seorang Ilmuwan terkenal bernama Viscount Francis Bacon pernah berkata, “Nam est ipsa scientia prostesta est”, yang artinya kira-kira, ilmu pengetahuan adalah kekuatan.Nah, Lho.(**)
Pasal 34 ayat (4) berbunyi, anggaran pendidikan sekurang-kurangnya adalah 20 % dari anggaran pendapatan dan belanja pemerintah. Tapi sejak perubahan UUD 1945 disahkan pada Sidang Paripurna Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada tahun 2002 silam, hingga kini angka yang 20 % itu ternyata belum juga tergapai. Misalnya, ABPN pada tahun 2007 lalu untuk pendidikan hanya 11,8 % atau 90,10 Trilyun dari total anggaran yang sebesar Rp 763,6 Trilyun. Anggaran pendidikan di tahun 2006 malah lebih kecil hanya 9,1 %, tahun 2005 hanya 6,4 % dan tahun 2004 hanya 6,6 % dari APBN. Jika pada tahun 2008 pemeirntah hanya mentargetkan sebesar 14 %, maka untuk mencapai angka 20 % sepertinya baru akan terealisasi pada 5-6 tahun yang akan datang. Seorang Ilmuwan terkenal bernama Viscount Francis Bacon pernah berkata, “Nam est ipsa scientia prostesta est”, yang artinya kira-kira, ilmu pengetahuan adalah kekuatan.Nah, Lho.(**)
Putus Sekolah
PEMBANGUNAN pendidikan berupa berdirinya gedung-gedung sekolah dan lembaga pendidikan yang megah, tidak akan ada artinya jika sebagian besar masyarakat Indonesia tak mampu menikmatinya. Jangan lupa, banyak anak putus sekolah karena ketiadaan biaya.
Sumber dari Departemen Pendidikan Nasional menyebutkan, bahwa pada tahun 2006 angka anak putus sekolah cukup memperihatinkan. Untuk tingkat SD/Madrasah Ibtidaiyah mencapai 840.600 orang. Di tingkat SMP/MTs sebanyak 174.000 dan di tingkat SMA/SMK/MA tidak kurang dari 178.600 orang. Yang lebih menyedihkan lagi, anak yang tidak mampu bersekolah karena lagi-lagi alasan mahalnya biaya pendidikan adalah sebesar 4,2 juta orang. Konon, dari 2 juta orang lulusan SMA setiap tahunnya, hanya sekitar 500 ribu orang yang mampu lanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Tapi ada harapan. Mengapa?
Di Indonesia ini masih tersisa segelintir orang yang peduli pada dunia pendidikan dengan mendirikan Dompet Filantropi Pendidikan untuk memberikan bantuan. Misalnya Yayasan Toyota & Astra, Sampoerna Foundation, Tanoto Foundation, Yayasan Supersemar dan Dompet Dhuafa Republika. Peran serta penderma dunia pendidikan ini amat membantu pemerintah yang keteteran membangun dunia pendidikan dengan sekolah gratis. Tetapi, para penderma ini pun cukup selektif dalam memberikan bantuannya, khususnya hanya diberikan kepada yang berprestasi menonjol dan bagi kalangan miskin supaya bantuan tidak salah sasaran. Berminat? Klik: sampoernafoundation.org, dompetdhuafa.org, info@tanotofoundation.or.id dan toyota.astra.co.id.(***)
Sumber dari Departemen Pendidikan Nasional menyebutkan, bahwa pada tahun 2006 angka anak putus sekolah cukup memperihatinkan. Untuk tingkat SD/Madrasah Ibtidaiyah mencapai 840.600 orang. Di tingkat SMP/MTs sebanyak 174.000 dan di tingkat SMA/SMK/MA tidak kurang dari 178.600 orang. Yang lebih menyedihkan lagi, anak yang tidak mampu bersekolah karena lagi-lagi alasan mahalnya biaya pendidikan adalah sebesar 4,2 juta orang. Konon, dari 2 juta orang lulusan SMA setiap tahunnya, hanya sekitar 500 ribu orang yang mampu lanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Tapi ada harapan. Mengapa?
Di Indonesia ini masih tersisa segelintir orang yang peduli pada dunia pendidikan dengan mendirikan Dompet Filantropi Pendidikan untuk memberikan bantuan. Misalnya Yayasan Toyota & Astra, Sampoerna Foundation, Tanoto Foundation, Yayasan Supersemar dan Dompet Dhuafa Republika. Peran serta penderma dunia pendidikan ini amat membantu pemerintah yang keteteran membangun dunia pendidikan dengan sekolah gratis. Tetapi, para penderma ini pun cukup selektif dalam memberikan bantuannya, khususnya hanya diberikan kepada yang berprestasi menonjol dan bagi kalangan miskin supaya bantuan tidak salah sasaran. Berminat? Klik: sampoernafoundation.org, dompetdhuafa.org, info@tanotofoundation.or.id dan toyota.astra.co.id.(***)
Langganan:
Postingan (Atom)