03 Agustus 2012

JOKER

“Bukan karena undang-undang yang menciptakan keadilan, tetapi dikarenakan oleh semangat untuk menjalankan undang-undang itu”. (Earl Waren) JIKA kita bermain kartu, biasanya senang banget kalo mendapatkan Joker. Kartu bergambar badut pada permainan Remi ini memang istimewa, karena bisa menjadi kartu apa saja. Namun, fakta sebaliknya, Amerika Serikat sempat dirundung duka karena aksi penembakan membabi buta yang dilakukan oleh Joker Gadungan di awal-awal pemutaran Film Batman terbaru di seluruh Indonesia. Sebagaimana diketahui, Joker adalah musuh bebuyutan tokoh superhero komik Marvel, Batman. Ternyata, di Indonesia juga memiliki Joker, julukan Djoko Sugiarto Tjandra, taipan buron yang berpindah warga negara ke Papua Nugini. Joker Indonesia ini dikenal licin. Diburu sejak tahun 1999 atau sekitar 13 tahun, namun berakhir bagi kekalahan aparat hukum Indonesia. Sejak dia berpindah warga negara, aparat hukum dibuat kelimpungan oleh trik buron kasus hak tagih Bank Bali senilai Rp546 miliar. Mahkamah Agung menjatuhinya hukuman 2 tahun penjara, namun entah bagaimana ceritanya, Joker berhasil melarikan diri ke Port Moresby, Ibu Kota Papua Nugini. Dia terbang ke negara tetangga itu menggunakan pesawat carter sejak 10 Juni 2009, atau sehari sebelum vonis dibacakan MA. Sejak saat itu, tidak pernah terdengar lagi kabar pemilih Hotel Mulia Jakarta yang megah itu. Justru konon katanya Joker masih leluasa menjulurkan tangan bisnisnya ke Pulau Dewata, dengan mengurus izin mendirikan Hotel Mulia Resort di Bali. Meskipun pada Januari lalu diselidiki Kejaksaan, namun hasilnya mematahkan dugaan yang mengarah pada Joker tersebut. Karena Izin mendirikan Hotel Mulia Resort di Bali disebutkan bukan milik Joker. (**)

Wakil Rakyat yang Terhormat

“Tidak ada yang lebih gila daripada tingkah laku dan pernyataan orang-orang yang gila hormat”. (Andre Gide) RASANYA sudah kenyang rakyat Indonesia disuguhi oleh kasus-kasus korupsi, yang lebih menyedihkan lagi, sebagian pelakunya adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang katanya terhormat. Baru-baru ini, kita kembali dihenyakan oleh kasus dugaan korupsi pengadaan Kitab Suci Al Quran. Jika nantinya kasus ini benar-benar terbukti, tentunya sangat memperihatinkan, mengingat ranah suci dan sakral pun tidak lepas dari sasaran garong duit rakyat. Apalagi pelakunya adalah oknum wakil rakyat yang terhormat. Meskipun yang bersangkutan terus membantah, namun Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad secara tegas mengatakan, institusinya tengah menyelidiki kasus ini. Tak berlebihan, jika Survei Transparency International Indonesia pada tahun 2009 menempatkan DPR sebagai salah satu lembaga terkorup di Indonesia, disusul partai politik yang notabene adalah yang mengusung para wakilnya untuk duduk di kursi empuk Dewan Perwakilan Rakyat. Sejauh ini, sudah ada sekitar 40 wakil rakyat di DPR yang dihukum karena korupsi, dan tidak menutup kemungkinan angkanya akan terus bertambah. Terus, dugaan korupsi lain yang sangat menghebohkan dan juga melibatkan wakil rakyat yang terhormat, adalah kasus suap Wisma Atlet SEA Games Palembang. Sehingga tidak berlebihan jika rakyat yang masih jauh dari sejahtera bertanya-tanya, sudah benarkah sebutan wakil rakyat yang terhormat itu?? (**)

Ngobrol Dengan Dinding

"Prilaku yang diperlihatkan seseorang, sesungguhnya adalah terjemahan dari jalan pikirannya". (John Locke) BETAPA banyaknya orang yang sudah menderita Demam Facebook dan Twitter. Fasilitas ini telah menjadi tempat menumpahkan kebahagiaan, kekesalan, kalimat-kalimat pujian hingga makian, termasuk rangkaian kata-kata doa. Jika dulu ketika FB dan Twitter belum ada, kita curhat kepada orang-orant terdekat, juga berdoa di tempat-tempat layak seperti tempat-tempat ibadah. Namun kini, ketika FB dan Twitter telah menyediakan kepraktisan. Banyak dari mereka yang eksis di media jejaring sosial ini, memilih berdoa di dinding FB dan Twitter. Alasannya mungkin karena Tuhan itu Maha Tahu dan kita boleh menghaturkan doa kapan pun, dimana pun dan lewat media apa pun. Kemudian, dinding FB dan Twitter juga menjadi perantara bagi mereka yang sedang kasmaran untuk menyampaikan perasaannya kepada sang pujaan hati. Ungkapan cinta dan rindu ditumpahkan di dindingnya. Tak masalah memang, namun apa jadinya jika orang yang yang dituju tidak memiliki akun FB atau Twitter? Namun begitulah faktanya, FB dan juga Twitter telah menjadi fenomena yang bisa membuat seseorang kecanduan. FB dan Twitter juga telah menyebarkan virus budaya acuh. Banyak anak, suami, istri, pacar dan teman yang diacuhkan saat ngobrol, karena lawan bicaranya keasyikan mengupdate status di dinding FB dan Twitter lewat HP. Mau beranjak tidur, pegang HP, dan ketika terbangun dari tidur pun langsung menyambar HP. Bahkan ketika akan memulai aktifitas pun diawali dengan mengupdate FB dan Twitter. Demam FB dan Twitter telah melanda, mengalahkan demam artis dan gaya hidup remaja Korea. Demam yang satu ini disinyalir telah melanda dunia. Demam yang tidak bisa diobati oleh obat-obatan yang dijual di apotik. Demam yang menuntut kita untuk bijaksana dalam menyikapinya.(**)

Harga Setetes Air

“Sesuatu yang paling menyedihkan di dalam hidupku adalah ketika aku menemukan bahwa rakyat dapat memperoleh kemerdekaannya dari kolonialisme, tetapi menemukan diri mereka ternyata tidak bebas”. (Joshua Nkomo) SERIBUAN ilmuan pada tahun 2006 lalu telah mempresentasikan kesimpulan dari sebuah diskusi yang membahas masalah air di negara Belgia. Mereka resah tentang ketersediaan air untuk manusia di masa depan. Earth Policy Instiutute menyebutkan, bahwa harga air di beberapa negara di dunia saat ini terus meningkat. Hal ini dipicu oleh tingginya kebutuhan masyarakat terhadap air yang tidak berbanding lurus dengan ketersediaan yang ada. Sebagai contoh di Amerika Serikat (USA) harga air rata-rata naik sebesar 27 %, di Inggris naik 32 %, Australia naik 45 %, Afrika Selatan naik 50 %, di Kanada naik 58 % dan di Tunisia air yang digunakan untuk irigasi naik 4 kali lipat selama 10 tahun terakhir. Bagaimana di Indonesia? Di negara yang katanya gemah ripah loh jiinawi ini, kebutuhan akan air juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Contoh sederhana adalah terus meningkatnya permintaan masyarakat untuk dilayani oleh juragan air perusahaan pelayanan air minum. Masih untung, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak laut, danau dan sungai-sungai besar yang airnya bisa dimanfaatkan untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Meskipun pada kenyataannya, si juragan air belum juga mampu memberikan pelayanan hingga ke rumah-rumah masyarakat. Alasan klasik yang dikemukakan adalah fasilitas dan minimnya anggaran. Namun, alasan seperti itu sudah ada sejak jaman Tok Lehok. Kalaupun pelayanan lancar, namun jeritan selalu merugi langsung membahana memekakkan telinga rakyat kecil. Apa jadinya jika sebuah negeri sudah tak mampu lagi menyediakan air bersih untuk rakyatnya. Tanya saja sama rumput yang sudah enggan bergoyang di negeri ini.(***)

G A L A U

“Bicaralah pada saat Anda sedang marah dan galau, maka Anda akan melakukan pidato panjang yang akan Anda sesali”. (Ambrose Bierce) IBARAT sebuah penyakit, Galau telah menjadi virus yang bisa menyebar dengan cepat, khususnya di kalangan anak muda. Tapi bukan berarti orang-orang dewasa terbebas dari infeksi Galau. Galau itu bisa didiskripsikan seperti perasaan resah, gelisah, gundah gulana, makan tak enak dan tidur tak nyenyak. Berasa ada sesuatu yang ingin disampaikan atau dilakukan namun belum kesampaian atau tersampaikan. Akibatnya ya, uring-uringan. Golongan orang-orang Galau ini biasanya banyak yang memanfaatkan jejaring sosial, baik FB maupun Twitter dan lain-lain, sebagai media mempublikasikan kegalauannya. Mereka sangat pandai mendramatisir keadaan, seolah-olah sedang butuh perhatian orang banyak, padahal mungkin hanya sedang ditujukan pada seseorang saja. Keluhan-keluhan kecil, dibesar-besarkan dengan gaya bahasa Hiperbola. Melalui status-statusnya, seakan mereka lemah dalam ketidakberdayaannya. Tak heran, jika kalimat-kalimat yang digunakan lebih mendekati pada kata-kata lebay, alay dan gombal. Contoh status Galau di FB, yang saya sendiri tidak paham, misalnya: “Gerombolan 'sebab-akibat' sudah dipukul mundur, Sekarang bersiap berhadap-hadapan melawan 'resiko', Selanjutnya kembali mencoba untuk damai bersama 'masalah', Setelah itu jatah 'gangguan & tekanan' untuk berbagi kisah, Terakhir ditutup dengan jamuan malam bersama tim 'suka-duka' hari ini...”. Lalu contoh lain adalah: "Jangan biarkan dirimu takut jatuh cinta hanya karena hatimu pernah terluka. Kadang butuh sebuah luka untuk kamu tahu siapa yg pantas dicinta...". Atau contoh yang lainnya: "Aku takut kehilangan saat terakhir ini aku menatapmu.. Mungkin aku tak akan pernah lagi melihatmu..". (**)

Negeriku Sayang, Negeriku Malang

"Semua yang terjadi di dalam sejarah dunia bermuara pada satu gagasan spiritual. Jika gagasan spiritual kuat, ia menciptakan sejarah dunia yang agung. Namun jika gagasan spiritual itu lemah, sejarah dunia akan menderita". (Albert Schweitzer) BAYOLAN dan kekonyolan sudah terjadi di lembaga-lembaga negara. Uang negara terhambur bak abu beterbangan. Rupiah dikedip seketika menjadi gedung singgasana. Manusia berdasi pun tega memakan roti anak buahnya sendiri. Memang inilah lelucon negeriku. Menyelami realita tak urung berhenti, asa demi perubahan selalu membara. Kemustahilan berubah jadi fakta.Dinding kekuatan sistem menghadang sang pengubah. Tak berdaya dalam tutur dan laku, terhimpit emosi dalam ironi, dalam sandiwara dan kemunafikan negeri. Siapapun di dunia ini ("manusia" biasa) sejujurnya ingin "Ber-uang", yaitu memiliki cukup uang atau syukur bila berkelimpahan. Walaupun ada yang berkilah "lebih baik miskin harta asalkan kaya rohani." Tapi tentu masih lebih baik jika "kaya rohani, karya harta pula". Ada yang mengatakan, uang dan bahkan harta kekayaan sebagai akar kejahatan." Jargon itu benar sekali terkhusus bagi mereka yang mendewakan uang atau mengangkat uang sebagai master atau majikan-nya. Namun sebaliknya "kekurangan uang dan kemiskinan juga bisa menjadi akar kejahatan". Kedua-duanya sama saja, tergantung kepada subjek dan pelakunya. (**)

02 November 2011

Darwin (1809-1882)

“Banyak orang tidak pernah menyadari bahwa pendapat-pendapatnya bagi dunia juga merupakan pengakuan dari sifatnya. Jangan menilai orang dari pendapatnya, tetapi bagaimana pendapat itu membentuknya”. (Ralph Waldo Emerson & GH. Lichtenberg)

CHARLES Darwin, adalah lelaki pemalu yang berhasil mengguncang dunia dengan teori evolusinya. Teori yang akhirnya tidak mampu memberi penerang segala hal, karena pria yang terlahir pada tanggal 12 Februari itu mengaku tak mampu mengungkap misteri tentang awal dari semua hal di dunia ini. Bahkan, dia akhirnya juga tak berani mengesampingkan Tuhan. Darwin tidak pernah ingin membunuh Tuhan.
Sebelum menemukan Teori Evolusi, Darwin pernah menjadi orang alim. Ayahnya pernah menginginkan agar Darwin menjadi pastur setelah gagal sekolah dokter. Bahkan, hingga dia menulis “On the Origin of Species” yang termahsyur itu, dia tetap ber-Tuhan. Bahkan hingga akhir hayatnya, dia tidak pernah Atheis. Digambarkan dalam perjalanannya mengarungi laut bersama kapal HMS Beagle dari tahun 1831 – 1836, pemuda yang saat itu masih berumur 22 tahun itu gemar sekali mengutip isi-isi alkitab. Terutama untuk menasihati awal kapal yang berperangai buruk. Konon, sifat ke-Tuhanannya itu diinspirasi dari buku “Evidence of Christianity karya Wiliam Paley yang membela secara gigihg ajaran Kristen pada zaman ketika rasionalitas dan otonomi manusia dikukuhkan setiap saat. Buku itu menginspirasinya ketika dia masih belajar di Christ’s College di Cambridge, sebuah sekolah tua yang didirikan pada abad ke-15. Darwin meninggal dunia pada tanggal 19 April.
Di Eropa, banyak orang tak percaya dengan Teori Evolusi. Para pengkritik Darwin mengibarkan teori tentang adanya desain pintar di alam semesta yang menyebutnya, ada kecerdasan yang datang dari luar alam yang ikut campur dalam kehidupan. Meskipun begitu, para pembela Darwin, terus berupaya mempertahankan Teori Evolusi dengan berbagai penemuan hingga saat ini.(**)

Efesiensi

ADALAH suatu hal yang penting di dalam dunia manajemen. Sebagai seorang anggota tim yang baik, kita memiliki tanggung jawab bukan hanya dalam membawa tim kita mencapai tujuan bersama, tetapi juga tanggung jawab dalam mencari cara terbaik untuk memecahkan setiap masalah yang terjadi. Tetapi seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada
bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.

Mari kita coba lihat dalam tiga kasus di bawah ini :

1. Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun
yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang
terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan
yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan
kertas) kosong. Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit. Tetapi saat ada seorang karyawan di
sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.

2.Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena.
Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu
dekade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius. Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia ?. Mereka menggunakan pensil!.

3. Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya.
Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa
lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik)
mengundang sejumlah pakar untuk men-solve. Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, "Inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu". Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan "menunggu" dan merasa "tidak menunggu lift".

Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It
Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga
bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya*. Cobalah menyusun
solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah
yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk *fokus pada solusi
daripada pada berfokus pada masalah. Bila kita melihat pada apa yang tidak kita punya di dalam hidup kita, kita tidak akan memiliki apa-apa.
Tetapi bila kita melihat pada apa yang ada di tangan kita, kita
memiliki segalanya." (**)

Pipis

P i p i s

Lelaki Pemalu : Jika merasa dilihat atau dilirik orang lain, pipisnya tidak keluar, tapi pura-pura menyiram, keluar, lalu kembali lagi kemudian.
Lelaki Malu-maluin : Pipis di celana
Lelaki Suka Melamun : Membuka kancing leher kemeja, mengeluarkan dasinya, lalu pipis dicelana.
Lelaki Efisien : Meskipun sudah waktunya pipis, tapi ditahan dulu sampai kebelet buang air besar, baru kemudian melakukan keduanya dalam satu waktu yang sama.
Lelaki Pemabuk : Jempol kiri dipegang dengan tangan kanan, lalu pipis di celana.
Lelaki Palsu : Pipis di toilet cewek !
Lelaki Pelit : Kalau buang air besar di WC Umum, ngakunya pipis ( biar bayar murah )
Lelaki Edan : Makai celana yang abis dipipisin.
Lelaki Sarap : Pakai celana yang habis dipipisin, tapi dicium dulu, kali-kali aja baunya
sudah jadi bau .
Lelaki Kreatif : Kalau pipis kakinya diangkat satu …
Lelaki Irit : Kagak pernah pipis seumur-umur.
Lelaki Nekad : Suka “mipisin” isteri tetangga.
Lelaki Funky : Pipis di tempat umum.
Lelaki Sial : Maunya pipis air, yang keluar malah batu.
Lelaki Enjoy : Pipis sambil merem-melek.
Lelaki Hemat Waktu: Cuma buka resleting, dikeluarin, terus langsung pipis.
Lelaki Moody : Biasa pake pampers …hehehe …
Lelaki Kurang Ajar : Lagi pipis … eh kentut … pura- pura cuek lagi !
Lelaki Buta Huruf : Di urinoir sudah ada tulisan “RUSAK” … eh … masih dipipisin juga.
Lelaki Turunan Kucing : Nggak bisa liat barang baru, diendus-endus, trus dipipisin.
Lelaki Sabar : Nungguin air cebok gak keluar- keluar, manteeeng aja di urinoir.
Lelaki Hip-hop : Pipis sambil kejang-kejang breakdance.
Lelaki Pembenci : Sesudah pipis trus ngeludahin pipisnya.
Lelaki Ramah : Ngajak ngobrol sambil pipis, sampe temennya nggak bisa pipis.
Lelaki Percaya Diri : Habis pipis, anunya dibawa jalan-jalan ke wastafel, trus cebok di
wastafel.
Lelaki Pelupa : Sudah pipis, keluar toilet, buru- buru balik lagi, karena masih pingin
pipis beberapa tetes lagi.
Lelaki Dermawan : Pipis di WC Umum, pipisnya nggak keluar, tapi tetep bayar.
Lelaki Gaya : Pipisnya sambil tangan yang satu tolak pinggang.
Lelaki Arogan : Pipisnya sambil tangan dua- duanya tolak pinggang.
Lelaki Komunikatif : Pipis sambil ketik SMS.
Lelaki Sibuk : Selalu nunggu sampe kebelet bangeeet …, trus terbirit-birit ke toilet.
Lelaki Belum Dewasa : Pipisnya belum bisa lempeng.
Lelaki Romantis : Pipisnya sambil mendesah ahh …
Lelaki enggak ada kerjaan : Pipis sambil baca email.(***)

Mengungkap Misteri Umur

RAHASIA umur sapi, monyet, anjing, dan manusia bermula dari awal zaman, ketika Tuhan menciptakan seekor sapi. Tuhan berkata kepada sapi, “Hari ini Kuciptakan engkau sebagai sapi engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja dibawah terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun. Sang Sapi keberatan dan berkata, “Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun. Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadaMu yang 30 tahun”. Maka setujulah Tuhan.
Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet. “Hai monyet, hiburlah manusia.
Aku berikan kau umur 20 tahun”! Sang monyet menjawab, "What? Menghibur
mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10
tahun padaMu". Maka setujulah Tuhan.
Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing. “Apa yang harus kau lakukan
adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus
menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun,” kata Tuhan. Sang anjing menolak, "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun? No way.!
Kukembalikan 10 tahun padaMu". Maka setujulah Tuhan.
Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia. "Tugasmu adalah
makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan. Kau akan
menikmatinya. Akan kuberikan engkau umur sepanjang 25 tahun! Sang
manusia keberatan. Katanya, "Menikmati kehidupan selama 25 tahun? Itu
terlalu pendek Tuhan. Let's make a deal. Karena sapi mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun, dan monyet mengembalikan 10 tahun usianya
padaMu, maka berikanlah semuanya itu padaku. Semua itu akan menambah masa
hidupku menjadi 75 tahun. Setuju ?". Maka setujulah Tuhan.
AKIBATNYA: Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan
dengan makan, tidur dan bersenang-senang. Lalu 30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi, harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga. Terus, 10 tahun kemudian menghibur dan membuat cucu tertawa dengan
berperan sebagai monyet penghibur. Dan 10 tahun berikutnya manusia tinggal di rumah, duduk di depan pintu, dan menggonggong kepada orang yang lewat dengan suara, “Uhuk, uhuk (batuk). Eh, Ntong, mo kemane lo?(Just Kidding)***