19 September 2013

Siapa Takut?

“Evil often triumphs, but never conguers. Yang jahat terkadang menang, tetapi tidak menaklukkan”. (Joseph Roux) NONTON televisi, baca koran dan majalah, nyaris selalu dihiasi dengan berita korupsi. Rasa-rasanya gak pernah habis-habisnya koruptor di negeri ini. Padahal ada polisi, ada KPK dan sebagainya. Namun, sepertinya para koruptor ini tidak pernah takut, justru makin hari semakin sakti aja. Sesungguhnya, anggaran untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiap tahunnya sudah lumayan gede. Misalnya pada tahun anggaran 2011 dianggarkan sebesar Rp 575 miliar. Kemudian pada tahun anggaran 2012 dianggarkan Rp 635 miliar, dan pada tahun anggaran 2013 ini, dianggarkan sebesar Rp 720 miliar. Tetapi ternyata, anggaran sebesar itu belum juga mampu membuat para koruptor. Boleh jadi, anggaran untuk KPK ini tak ada apa-apanya dibanding dengan nilai duit yang dikorupsi. Justru para penggarong uang rakyat ini sering wara-wiri di media massa dengan tawa dan wajah seperti tiada dosa. Belum lagi pembelaan para pengacara top yang terus berada di sisi kiri dan sisi kanan si koruptor, yang terus berjuang tiada henti-hentinya untuk mencari celah guna membebaskan sang koruptor dari jeratan hukum. Pasalanya, setiap kasus korupsi, rupiah memang selalu melimpah ruah. Tapi ya sudah lah. Mungkin negeri ini ditakdirkan menjadi surga para koruptor. Koruptor tak akan pernah takut cengegesan di negeri ini, karena vonis untuk koruptor biasanya cemen, rendah, dipotong masa tahanan, dapat remisi, kemudian bebas hanya dalam hitungan bulan. Mungkin benar kata orang, apa pun bisa didapatkan di negeri ini dengan duit. Dengan duit bisa mendapatkan wanita cantik/pria tampan. Dengan duit bisa membeli jabatan dan kedudukan. Bahkan dengan duit, bisa membeli hukum, sekaligus dengan aparat hukumnya sekalian. (**)

Tidak ada komentar: